#beritalampung#beritalampungterkini#pilkades#paw

3 Bakal Calon Lolos Verifikasi dan Pembobotan Tingkat Desa Pilkades Beringinkencana

( kata)
3 Bakal Calon Lolos Verifikasi dan Pembobotan Tingkat Desa Pilkades Beringinkencana
Tahapan seleksi verifikasi dan pembobotan berkas persyaratan pilkades PAW Desa Beringinkencana, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Tiga bakal calon kepala Desa Beringinkencana, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, akan bertarung dalam pilkades pergantian antarwaktu (PAW) desa setempat. Pilkades PAW dilakukan setelah kades terpilih sebelumnya diberhentikan dari jabatan sejak 17 Januari 2022 karena tersandung kasus Mapolsek Candipuro.

Masa jabatan kades PAW Beringinkencana yang terpilih nanti hanya sampai 2025 atau menerus masa bakti sebelumnya.

Ketua pelaksana Pilkades PAW Desa Beringinkencana, Ahmad Muklis Haryadi menjelaskan pendaftaran mulai pertengahan November lalu. "Pendaftaran mulai 14—28 November," ujarnya, Minggu, 4 Desember 2022.

Baca juga:  Jelang Tutup Tahun, Serapan Anggaran Pemkab Lamteng 70 Persen

Ketiga bakal calon kades tersebut, yakni Larasati, Eko Arianto, dan Sutanto sudah lolos seleksi verifikasi dan pembobotan tingkat desa dan Kecamatan Candipuro. "Tahap selanjutnya verifikasi dan pembobotan tingkat kabupaten," ujarnya.

Pelaksanaan pencoblosan Pilkades PAW Desa Beringinkencana dijadwalkan Jumat, 23 Desember 2022, diikuti 144 mata pilih dari berbagai unsur masyarakat setempat. “Perwakilan dari berbagai unsur, di antaranya tokoh adat, agama, pemuda, aparatur desa, BPD, LPM, kepala RT dan RW serta kelompok tani dan perempuan," ujarnya.

Terpisah, Camat Candipuro Ahmad Solatan menjelaskan ketiga bakal calon harus melewati satu proses pembobotan berkas persyaratan. "Rencananya pelaksanaannya dilakukan Senin besok," ujarnya.

Setelah lolos dari proses pembobotan berkas persyaratan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) ketiga calon kades siap bertarung. "Tinggal satu tahapan lagi dilakukan Dinas PMD Lampung Selatan," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar