#Olah-Raga#Tenis-Meja

290 Atlet Nasional Bertarung di SIMjaya Cup Lampung

( kata)
290 Atlet Nasional Bertarung di SIMjaya Cup Lampung
Pemilik SIM TTC, Toto Susilo bersama Kadispora Lampung, Hanibal saat membuka SIMjaya Cup di gedung SIM TTC. (Foto: Effran Kurniawan/Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 290 atlet pemula tenis meja dari 22 klub terbesar di Indonesia bertarung dalam SIMjaya cup di Gedung SIM Table Tenis Club (TTC) sejak 28 November hingga 1 Desember. Kejuaraan yang rata-rata diikuti atlet muda dibawah usia 15 tahun itu sebagai upaya dalam pembinaan bagi penerus cabang olah raga tersebut.

Pemilik SIM TTC, Toto Susilo menjelaskan kejuaraan besar ini menjadi ajang terbesar pertama yang digelar di Lampung. Terlebih, kejuaraan itu turut diikuti 18 atlet asal Singapura dari STTA klub. Sementara bibit muda Lampung mengirimkan 50 orang atletnya dari delapan klub dan delapan orang diantaranya berasal dari SIM TTC.

"Nomor yang dipertandingkan ada beregu pemula putra dan putri usia dibawah 12 tahun, perorangan pemula putra dan putri dibawah usia 12 tahun, perorangan kadet putra dan putri dibawah 15 tahun, dan kategori umum sebagai undangan pemain nasional ada 30 orang," kata Toto saat membuka turnamen tersebut.

Perebutan juara dengan mempertemukan seluruh peserta tiap nomornya. Dengan menggunakan sistem poin, peserta yang memiliki skor tertinggi akam melaju ke tahap bagan dengan sistem gugur hingga ke tahap final. "Tiga juara dari tiap kategori diberikan hadiah uang pembinaan total hingga Rp90 juta," ujarnya.

Menurutnya, diadakannya kejuaraan tersebut sebagai upaya dalam membina atlet usia dini. Sebab, semua pencapaian di level senior harus dimulai sejak dini. Dengan turnamen itu juga diharapkan dapat menggeliatkan semangat tenis meja di Indonesia khususnya Lampung.

"Ternyata kompetisi ini mendapat dukungan dari klub-klub di Indonesia. Semoga ini mendukung program pemerintah dalam pengembangan atlet muda dari cabang tenis meja," ukar dia.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, M Yusuf Barusman mengatakan untuk meraih prestasi di olah raga memang harus melalui proses jangka panjang. Dengan pembinaan sejak dini. Mulai dari terbentuknya klub-klub olah raga yang melakukan rekrutmen, pelatihan, dan pembinaan.

"Pembinaan tidak bisa hanya diujungnya saja. Bahkan, klub harus diperbanyak jumlahnya dan nantinya kami ajarkan merekrut calon atlet potensial. Sebab, tidak semua anak yang mempunyai hobi tetapi berbakat. Hobi dan Bakat harus berjalan bersama. Kemudian baru dilatih kemampuan fisiknya," kata dia.

Selain itu, untuk menyiapkan atlet muda tersebut perlu digelar banyak kompetisi antar klub. "Contohnya dengan adanya kejuaraan ini menjadi bentuk pembinaan yang sangat baik dengan mendatangkan atlet muda nasional dan Singapura. Potensi tenis meja di Lampung juga saya kira cukup bagus dengan adanya pembinaan dari klub," ujar dia.

Abdul Gafur








Berita Terkait



Komentar