#penembakan#bemtrok

28 Prajurit TNI Diperiksa terkait Bentrok di Mamberamo Raya

( kata)
28 Prajurit TNI Diperiksa terkait Bentrok di Mamberamo Raya
Danrem 172/PWY Kol Inf J Binsar Parluhutan Sianipar. (Foto: ANTARA/Evarukdijati)

Jayapura (Lampost.co) -- Danrem 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Kol Inf J Binsar Parluhutan Sianipar menyebut sebanyak 28 prajurit Yonif 755/Yalet diperiksa terkait bentrok TNI-Polri di Kasonaweja, Mamberamo Raya, Papua.

"Memang benar seluruh anggota Yonif 755/Yalet yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan diperiksa," kata Binsar Parluhutan, Rabu, 15 April 2020.

Menurut dia, pemeriksaan awal sudah dilakukan di Kasonaweja, sesaat setelah bentrok aparat keamanan terjadi. Peristiwa itu diduga akibat kesalahpahaman.

Dia menyatakan, saat ini personel TNI sudah berada di Jayapura. Pemeriksaan terhadap personel Yonif 755/Yalet akan digelar di Mapomdam XVII Cenderawasih di Jayapura.

"Satgas pamrahwan yang bertugas di Kasonaweja, sudah diganti personel dari Kodim 1712 Sarmi," jelasnya.

Bentrok personel TNI-Polri di Kasonaweja yang diduga berawal dari kesalahpahaman mengakibatkan tiga anggota Polres Mamberamo Raya meninggal akibat luka tembak, serta dua lainnya dirawat di RS Bhayangkara di Jayapura. Ketiganya adalah Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander, dan Bripda Yosias.

"Anggota yang mengalami luka-luka dan dirawat di RS Bhayangkara yaitu Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien," pungkasnya.

 

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar