#haji#umrah#kemenag

27 JCH Tubaba dan Lamtim yang Sakit Dibadalkan

( kata)
27 JCH Tubaba dan Lamtim yang Sakit Dibadalkan
Suasana khotbah wukuf di padang arafah oleh JCH Tubaba dan Lampung timur (Dok PHD Tubaba)


Panaragan (Lampost.co) -- Sebanyak 27 jemaah calon haji Tulangbawang Barat (Tubaba) dan Lampung Timur (Lamtim) membadalkan (mengganti) ke jemaah lain untuk melempar jumrahnya karena sakit dan kondisi fisiknya lemah. 

"Alhamdulillah, semua jemaah Tubaba sudah melempar jumrah Aqobah walaupun harus ada yang dibadalkan demi kesehatan dan keselamatan jemaah. Misal, imbauan dari dr. Bagas, dokter pendamping kloter 13 Jkg yang selalu mengimbau jemaah untuk menjaga fisik karena masih ada rukun dan wajib haji yang belum dilaksanakan yakni Thowaf Ifadoh, Saidan, Thowaf Wada yang harus menggunakan fisik kuat," ujar petugas pendamping haji daerah (PHD) Tubaba, Rohmadi Slamet, melalui telepon, Sabtu, 9 Juli 2022. 

Dia juga menggambarkan suasana haru dari tanah suci saat dia bertugas sebagai khatib wukuf di padang arafah. 

"Khotbah berjalan dengan penuh haru dan dibanjiri air mata. Karena haji tahun ini begitu istimewa yang disebut dengan haji Akbar, terlebih lagi karena jumlah jemaah haji 40% atau sekitar 1 juta jemaah," kata dia.

Menurut Rohmadi, haji tahun ini terlayani secara baik dari fasilitas, akomodasi, maupun konsumsi. Secara khusus jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 13/JKG asal Lamtim dan Tubaba yang kini berada di padang arafah, untuk menjalani wukuf, Jumat, 8 Juli 2022. 

Dia melaporkan sebanyak 107 jemaah calon haji Tulangbawang Barat berada di Mina tepat pada wukul 24.30 waktu Arab Saudi (WAS). Keberangkatan JCH Tubaba dimulai dari arafah setelah JCH melaksanakan wukuf di arafah.

JCH Tubaba berangkat ke Mudzalifah setelah salat Magrib dengan jamak takdim berjamaah. Setibanya di Mudzalifah para jemaah langsung mencari batu yang akan digunakan untuk melempar jumrah di Mina. 

Pada pukul 23.58 WAS jemaah haji Tubaba berangkat ke Mina menggunakan bus. Sesampainya di Mina, JCH Tubaba dan Lampung Timur menempati Maktab 18 dan pada pukul 02.30 jemaah langsung berangkat untuk melempar jumrah Aqobah dengan berjalan kaki yang jarak tempuhnya 7 km  dari Maktab. 

Baca juga: JCH Berharap Sembuh Jelang Puncak Haji

Di sisi lain, Petugas PHD Kabupaten Lampung Timur, Ahmad Faoji, mengungkapkan dari 403 jemaah tersebut, terdapat empat orang yang harus menggunakan kursi roda di antaranya dua orang dari Tubaba yaitu Sunanto dan Mujiono serta dua orang dari Lamtim yaitu Madiyem dan Rasinem. Dia melanjutkan jemaah berangkat dari hotel menuju arafah pada pukul 08.00 waktu Arab Saudi atau pukul 12.00 WIB.

"Ada tujuh unit bus mengangkut jemaah dari hotel ke arafah. Semua jemaah sudah mengenakan pakaian ihram untuk menjalani wukuf di arafah," ujar Ahmad Faoji. 

Perjalanan dari hotel menuju arafah menempuh waktu 30 menit. Di arafah, jemaah kloter 13 menempati Maktab 18 yang juga berdekatan dengan jemaah asal Lampung. Usai wukuf di arafah, jemaah menuju Mudzalifah dan Mina sambil melempar Jumrah Aqobah. 

"Melempar jumrah selama empat malam lima hari. Setelah itu, Senin seluruh jemaah kembali ke hotel di Raudah Kota Makkah. Secara umum seluruh jemaah yang tergabung dalam kloter 13/JKG dalam kondisi sehat," kata Ahmad Faoji.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar