PKHkpm

250 Rumah Penerima PKH di Bandaragung Ditandai

( kata)
250 Rumah Penerima PKH di Bandaragung Ditandai
Pemerintah Desa Bandaragung melakukan pemberian tanda khusus atau labelisasi terhadap ratusan rumah KPM PKH. Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Pemberian tanda khusus di rumah keluarga penerima manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, terus berlanjut. Kali ini, Pemerintah Desa Bandaragung melakukan pemberian tanda khusus atau labelisasi terhadap ratusan rumah KPM PKH.

Pemberian label bagi penerima bantuan itu menindaklanjuti Surat Edaran Pelaksana Tugas Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto Nomor 060/0995/IV.06/2019 tentang Imbauan Penulisan Rumah KPM Program PKH.

Pemberian tanda khusus itu, Pemerintah Desa Bandaragung menganggarkan dari anggaran dana desa (DD) 2020 sebesar Rp3,5 juta. Dimana, dalam labelisasi itu Pemdes Bandaragung menyediakan cat pilox yang dipasang disetiap dinding depan rumah KPM bantuan PKH.

Kepala Desa Bandaragung, Syamsul Anwar mengatakan setidaknya ada 250 rumah di Desa Bandaragung diberikan tanda khusus dengan tulisan keluarga miskin/prasejahtera penerima bantuan KPM dan BPNT. Pemberian labelisasi ini melibatkan aparatur desa, Pendamping PKH, Bhabinkabtimas dan Babinsa.

"Pelabelan ini kami bentuk tiga tim untuk memberikan tanda khusus kesetiap rumah KPM PKH di setiap dusun. Ketiga tim itu terdiri dari aparat desa, pendamping PKH, Bhabinkabtimas dan babinsa," kata dia, Selasa, 8 September 2020.

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Sragi, Rukiman mengatakan setidaknya baru Desa Bandaragung, Kualasekampung, Baktirasa, Sumberagung, dan Mandalasari yang telah melaksanakan labelisasi tanda khusus bagi rumah KPM PKH. Pelabelan ini bertujuan untuk transparasi terhadap bantuan dari Kemensos dan supaya masyarakat luas tahu siapa saja penerima bantuan PKH.

"Kalau sudah dikasih tanda khusus, masyarakat tahu siapa saja yang menerima PKH. Ini juga untuk memberi efek bagi warga yang mampu tapi masih mendapatkan bantuan dari pemerintah. Intinya, hanya untuk transparasi saja," kata dia.

Menurutnya, efek dari pelabelisasi rumah KPM PKH tersebut setidaknya ada 19 KPM PKH di Desa Bandaragung yang secara sukarela mengundurkan diri atau graduasi sejahtera. Mereka mengundurkan diri karena kondisi sosialnya sudah mampu dan tidak layak menerima bantuan dari Kemensos.

"Jadi, ketika ada KPM PKH yang memiliki rumah bagus kami ajak ngobrol terlebih dahulu bahwa rumahnya akan diberi tanda khusus. Jika mereka menolak dikasih tanda khusus, maka mereka harus siap mengundurkan diri yang dituangkan di surat pernyataan," kata dia. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar