#pmr#korbanbencana

250 PMR Metro Ikuti Pembekalan Membantu Wilayah Terkena Bencana

( kata)
250 PMR Metro Ikuti Pembekalan Membantu Wilayah Terkena Bencana
Kelompok relawan PMR di Metro mendapat edukasi menggunakan tandu untuk menolong korban bencana, Sabtu, 22 Oktober 2022. (Foto:Lampost/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampist.co) -- Sebanyak 250 relawan Palang Merah Remaja (PMR) di Bumi Sai Wawai diberikan pembekalan pertolongan pertama dan membantu wilayah yang terkena bencana alam.

Pembekalan tersebut diberikan langsung oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro agar bisa diterapkan di lingkungan masyarakat.

Ketua PMI Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi mengatakan, latihan gabungan ini merupakan kesiapan PMI jika suatu saat di Provinsi Lampung terjadi bencana alam.

"PMI tidak hanya urusan stok darah saja. Namun, relawan kita juga siap terjun ke bencana alam. Saat ini kita melatih bagaimana mereka bisa menolong dalam keadaan darurat. Seperti kecelakaan, bencana alam hingga korban yang membutuhkan pertolongan pertama," kata dia saat latihan gabungan yang digelar di Halaman Masjid Taqwa Metro, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Dia menyebut, meski dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) PMI adalah penggalan darah. Pihaknya juga akan menumbuhkan jiwa kemanusiaan para remaja di Kota Metro.

"Kan enggak mungkin masyarakat yang sedang tertimpa musibah bisa mengurus sendiri. Maka kita turun dan membantu agar memudahkan mereka. Tentu dengan adik-adik yang telah terlatih dalam memberikan pertolongan pertama," ungkapnya.

Silfia menambahkan, dalam memberikan pertolongan pertama relawan PMR harus menguasai beberapa teknik atau metode penyembuhan yang bersifat darurat.

"Itu yang sedang PMI gerakan, mulai dari insiden kecil semua harus bisa dilakukan. Pertolongan pertama sangat menentukan untuk kehidupan selanjutnya atau masa long life nya korban itu," tambahnya.

Selain PMI, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) kota setempat juga telah memberikan pertolongan pengidap penyakit jantung.

"Henti nafas itu juga sangat sensitif. Kalau para relawan tidak bisa tehnik itu bisa fatal," pungkasnya.

Diketahui, para sebanyak 250 relawan ini terdiri dari siswa-siswi SMA di Kota Metro. Mereka yang dilatih sebelumnya telah mengikuti jam ekstrakurikuler PMR di sekolah masing-masing.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar