#asn#PNS#bansos

25 ASN Lampung Terindikasi Terima Bansos Covid-19

( kata)
25 ASN Lampung Terindikasi Terima Bansos Covid-19
Ilustrasi ASN. Dok. MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 25 Aparatur Sipil Negera (ASN) di Provinsi Lampung terindikasi menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan untuk masyarakat terdampak Covid-19.

"Informasi yang kami terima dijelaskan dalam laman resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terdapat 31.624 ASN aktif diduga terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, dan ada 25 dari Provinsi Lampung," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, Senin, 22 November 2021. 

Ia menambahkan, 25 ASN penerima BST tersebut mayoritas berasal dari Bandar Lampung.

"Seharusnya ASN tidak bisa masuk dalam program tersebut. Hingga saat ini kami dari Pemerintah Provinsi mempertanyakan kenapa bisa ASN ini terdata yang notabene penerima harusnya keluarga miskin," ujar dia. 

Sebab, untuk pendataan penerima bantuan ini merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. "Tugas kami Dinsos Provinsi adalah memantau dan sosialisasikan, untuk pendataan dan pengecekkan siapa yang bisa menerima bantuan adalah dari kabupaten/kota," kata dia. 

Ia mengatakan, saat dilakukan pengecekkan terdapat sejumlah 25 ASN yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Iya tadi saya melihat ada yang sudah masuk dalam DTKS artinya ini terdata sebagai masyarakat tidak mampu, tapi ada yang tidak. Namun meskipun tidak masuk DTKS tetap menerima BST," katanya.

Ia memaparkan, jika berdasarkan ketentuan Kemensos ada sembilan kriteria untuk masyarakat masuk dalam data tersebut. Mulai syarat tempat tinggal, status pekerjaan, kekhawatiran memenuhi kebutuhan Pangan, pengeluaran pangan lebih dari 70 persen total pengeluaran.

Selanjutnya pengeluaran untuk pakaian, sebagian besar lantai tempat tinggal terbuat dari tanah, sebagian besar dinding terbuat dari bambu, kawat, atau kayu, Kepemilikan fasilitas buang air kecil atau besar, dan Sumber penerangan dari listrik dari perusahaan listrik negara 450 watt atau bukan listrik.

"Dengan bergulirnya program BST sejak April 2020 lalu, diperkirakan 25 ASN yang tercantum sebagai penerima BST hingga Juni 2021. Per orang penerima mendapatkan Rp300 ribu per bulan yang diambil langsung langsung di Kantor Pos," jelas dia. 

Dari kejadian tersebut, dirinya mengimbau agar kabupaten/kota untuk lebih teliti kembali jika akan input data selanjutnya. "Kejadian ini harus jadi pelajaran dan jangan sampai terulang, saya minta lebih teliti lagi," imbaunya. 

Untuk diketahui, selama 2021 program Bantuan Sosial Tunai (BST) diterima sebanyak 224.688 KPM dengan realisasi telah tersalurkan seluruhnya atau 100 persen dengan nilai Rp134.817.600.000. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar