#pertanian#alihfungsi#mesuji

25.193 Ha Sawah Mesuji Tak Boleh Alih Fungsi

( kata)
25.193 Ha Sawah Mesuji Tak Boleh Alih Fungsi
Bupati Mesuji Saply TH (tengah) didampingi Kadis Pertanian Mesuji, Pariman (kiri) meninjau sawah di Mesuji Timur beberapa waktu lalu. (Foto:Lampost/Ridwan Anas)


MESUJI (Lampost.co)--Seluas 24.193 hektare lahan sawah di Kabupaten Mesuji sudah tidak boleh dialih fungsikan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Mesuji, Halwan Istianto, Selasa, 19 Oktober 2021, di kantornya menerangkan jika Peraturan Daerah (Perda) terkait alih fungsi lahan pertanian sudah disetujui DPRD Mesuji rapat paripurna.

"Sudah diparipurnakan dan tahapan selanjutnya kini tengah ke biro hukum Provinsi Lampung. Keuntungan bagi mereka yang lahannya termasuk dalam 24.193 hektare itu, mereka diprioritaskan untuk mendapatkan segala penunjang pertanian, mulai dari infrastruktur hingga bantuan juga keringanan pajak bumi dan bangunan (PBB)," jelas Halwan.

Sanksi jika dialih fungsikan, maka pemilik lahan akan dicabut atau dievaluasi dan semua fasilitas akan dicabut.

Jika berpindah tangan kepemilikan, lanjut Halwan, lahan harus tetap untuk sawah. Jika memaksa berubah fungsi, maka ada sanksi yang akan didapatkan pemilik lahan. Namun, jika lahan tersebut digunakan untuk fasilitas umum, jalan, bendungan, dan sudah mengikuti ketentuan yang berlaku, maka dibolehkan.

"Total sawah Mesuji adalah 30.611 hektare. Diperdakan karena untuk menjaga ketahanan pangan Mesuji. Perda juga menjadi syarat bagi kementerian agar benar benar yakin jika Pemda Mesuji serius untuk memajukan pertanian," lanjutnya.

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar