#stikermiskin#beritalamsel#pkh#bansos

241 KPM di Palas Keluar dari PKH Diawal 2020

( kata)
241 KPM di Palas Keluar dari PKH Diawal 2020
Ilustrasi. Foto: Google Images

Kalianda (Lampost.co): Memasuki awal 2020, jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang keluar dari program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial di Kecamatan Palas, Lampung Selatan sebanyak 241 KPM. Mereka keluar dari program PKH itu dikarenakan tidak memenuhi komponen dan graduasi mandiri.

Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Palas Doni Kurniawan mengatakan jumlah KPM PKH di Kecamatan setempat mencapai 3.468 KPM.

"Dari total itu, sudah ada yang exit dari PKH sebanyak 241 KPM. Banyaknya pengurangan dalam beberapa pekan terakhir ini karena ada peraturan baru dari Kemensos tentang komponen kategori lansia," kata dia, saat dihubungi, Senin, 3 Februari 2020.

Dari 241 KPM itu, kata Doni, setidaknya ada 203 KPM yang telah keluar dikarenakan sudah tidak memenuhi komponen penerima PKH. Sedangkan, 38 KPM lainnya dikarenakan graduasi mandiri atau mundur secata sukarela.

"Jadi, didalam peraturan Kemensos yang baru bahwa komoponen peneeima PKH, khusus lansia dibatasi hingga usia 70 tahun dari sebelumnya hanya batasan usia 60 tahun. Karena tidak memasuki komponen, 203 KPM secara otomatis exit sendiri," kata dia.

Mengenai pelabelan rumah KPM PKH, Doni mengatakan hingga awal 2020 sebanyak 10 desa telah melakukan pelabelan rumah KPM PKH. Adapun rinciannya, yakni Desa Palasaji, Bumidaya, Rejomulyo, Pulaujaya, Bandanhurip, Mekarmulya, Sukabakti, Bangunan, Baliagung dan Sukaraja.

"Dari 21 desa se-kecamatan Palas, baru ada 10 desa yang melaksanakan pelabelan rumah KPM PKH. Pelabelan rumah KPM PKH ini juga mempengaruhi berkurangnya KPM karena mereka exit secara sukarela," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan Dulkahar belum lama ini mengatakan bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat berubah nama menjadi program sembako. Selain itu, nilai bantuan yang diberikan pun naik dari Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Bantuan itu bisa ditukarkan beras, telur dan nabati berupa kacang-kacangan. Dimana, program sembako ini untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan dan memberikan gizi seimbang kepada KPM," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar