buronan

23 Buronan Kejati Masih Berkeliaran

( kata)
23 Buronan Kejati Masih Berkeliaran
Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung Andrie W Setiawan saat wawancara di kantornya. (dok)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung masih melakukan pengejaran terhadap 23 Daftar Pencarian Orang (DPO), termasuk buronan kelas kakap kasus korupsi APBD Rp119 miliar, yakni Satono mantan bupati Lampung Timur dengan vonis pidana penjara 15 tahun. 

Sudah 8 tahun Sejak divonis bersalah hingga kini Satono tidak diketahui keberadaannya. Kejaksaan Tinggi Lampung mengklaim bahwa korps Adhyaksa tidak akan menyerah melakukan pengejaran terhadap eks Bupati Lamtim tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan, demi tegaknya keadilan terhadap terpidana kasus korupsi maka pihaknya tidak akan pernah menyerah dalam hal pengejaran terhadap DPO kasus korupsi.

"Kejaksaan Tinggi Lampung pantang menyerah memburu koruptor demi tegaknya keadilan," kata mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung ini.

Selain Satono masih ada sekitar 22 buronan Kejati Lampung yang masih berkeliaran, Kasi Penkum sebelumnya, Agus Ari Wibowo menyebutkan masih ada 23 daftar pencarian orang (DPO) yang masih belum tertangkap. "Total keseluruhan DPO di kejaksaan se-Lampung ada 23," kata Agus.

Para buronan tersebut, lanjut Agus, ditangani 12 kejaksaan dan dua cabang kejaksaan, di antaranya adalah Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung sebanyak enam DPO. Selain itu Kejari Lampung Selatan satu DPO, kemudian Kejari Lampung Tengah lima DPO, selanjutnya Kejari Metro satu DPO, lalu Kejari Lampung Utara satu DPO, Kejari Way Kanan satu DPO, dan Kejari Lampung Barat satu DPO.

Kemudian, Kejari Tanggamus dua DPO, Kejari Tulangbawang tiga DPO, Cabjari Panjang satu DPO, dan Cabjari Tanggamus di Talang Padang satu DPO.

"Kejari Lampung Timur, Kejari Pringsewu dan Kejari Pesawaran tidak ada DPO. total keseluruhan 23 DPO," katanya. 
 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar