PilkadabawasluASN

224 Petahana Berpotensi Kerahkan ASN di Pilkada

( kata)
224 Petahana Berpotensi Kerahkan ASN di Pilkada
Ilustrasi ASN. Foto: Antara/ Syaiful Arief

Jakarta (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyebut terdapat 224 calon petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang berpotensi menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan pelanggaran netralitas. Modus lain, petahana menggunakan akses birokrasi dan anggaran untuk menggaet pemilih.

"Bagi calon pendatang baru sangat sulit untuk melakukan akses birokrasi, ASN. Kecuali calon yang berasal dari petahana," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan resmi, Kamis, 1 Oktober 2020.

Sebanyak 224 dari 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada diikuti petahana. Para petahana memiliki pengalaman mengendalikan ASN.

"Karena sebagai petahana dia pasti sudah ada relasi kekuasaan lima tahun di masa jabatannya," ucap Abhan.

Tak sampai di situ, pria kelahiran Jawa Tengah itu menjelaskan alasan ASN kerap dilibatkan tiap kontestasi pemilu atau pilkada. Misalnya, abdi negara yang memiliki pendidikan dan pengetahuan memadai ditugaskan menjadi tim penyusun program dan materi kampanye.

Modus lain, ASN dimanfaatkan khususnya terhadap mereka yang mempunyai jaringan yang luas hingga pedesaan. Petahana juga memiliki wewenang strategis menggerakkan anggaran keuangan, melalui penyusunan program, dan kegiatan.

"Dengan cara ini semua tentunya akan mempermudah petahana dalam kampanyenya," tegasnya.

Mantan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ini mengeklaim telah melakukan berbagai upaya pencegahan pelanggaran netralitas ASN tersebut. Salah satunya, melakukan kerja sama Bawaslu dengan Komisi ASN (KASN) dan pembentukan satuan tugas (Satgas) Pengawasan Netralitas ASN.

"Bagi Bawaslu, ini menjadi penanda mendorong tegaknya netralitas ASN," ucap dia.

Winarko



Berita Terkait



Komentar