prokespesawaran

22 Warga Pesawaran Terjaring Operasi Yustisi Covid-19

( kata)
22 Warga Pesawaran Terjaring Operasi Yustisi Covid-19
Warga jalani sanksi push up. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

Pesawaran (Lampost.co) -- Sebanyak 22 orang di Pesawaran harus menjalani sanksi setelah kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19 saat Operasi Yustisi yang digelar gabungan TNI-Polri dan instansi terkait.

"Dalam kegiatan ini kita menindak masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan (Prokes), dan pada hari ini kita telah memberikan sanksi sebanyak 22 orang, yang mana 16 orang diberi sanksi push up, 3 orang menyanyikan lagi nasional dan 3 orang teguran lisan," jelas Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo. Minggu, 20 September 2020.

Selain mengimbau masyarakat untuk menerapkan prokes, lanjutnya, personel gabungan juga akan melaksanakan mobiling, stasioner, memberikan teguran kepada masyarakat yang tidak patuh prokes.

"Kami juga memerintahkan para pelaku usaha untuk menyediakan tempat cuci tangan, dan mensosialisasikan Pergub Nomor 45 dan Perbup Nomor 26 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, dalam Operasi Yustisi di Kabupaten Pesawaran, melibatkan stake holder terkait, dan personel gabungan yang terdiri dari 20 personel Polres Pesawaran, 10 personel Koramil dan 8 personel Satpol PP.

"Personel gabungan ini dibagi kedalam dua tim untuk melaksanakan Ops Yustisi Covid-19 kesejumlah tempat seperti Pasar, Pertokoan, Minimarket serta melaksanakan himbauan dan tindakan kepada pengendara yang tidak menggunakan masker saat melintas dijalan Lintas Ahmad Yani, Desa Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran," tegasnya. 

Pada kesempatan inipun, Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu dapat menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan diluar rumah. 

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes Covid-19 salah satunya menerapakan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan Menjaga Jarak), karena kita ketahui saat ini virus corona belum menghilang, maka dari itu kita mesti menerapkan prokes," pungkasnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar