#koperasi#ekbis#beritalampura

215 Koperasi Aktif di Lampura Belum Terapkan Manajemen Koperasi

( kata)
215 Koperasi Aktif di Lampura Belum Terapkan Manajemen Koperasi
Kabid Koperasi pada Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Lampung Utara, Lusida Kausa, menyampaikan materi saat pelatihan manajemen koperasi, Jumat, 10 Juli 2020. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto


Kotabumi (Lampost.co): Sebanyak 215 koperasi aktif se-Kabupaten Lampung Utara belum menerapkan tata kelola manajemen koperasi. Hal itu, berdampak pada daya saing koperasi sebagai lembaga keuangan milik masyarakat yang berorientasi untuk peningkatan kesejahteraan bagi anggotanya. 

"Dari 16 buku wajib manajemen koperasi yang mestinya diterapkan, rata-rata koperasi aktif di Lampung Utara hanya mengaplikasikan sembilan atau sepuluh buku wajib dari 16 buku wajib manajemen tersebut," ujar Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Lampung Utara, Lusida Kausa, Jumat, 10 Juli 2020.

Untuk 16 buku wajib manajemen koperasi yang mesti dimiliki bagi koperasi aktif, yakni buku anggota, buku laporan kas harian, buku laporan kas mingguan, buku laporan kas bulanan, buku kas umum, buku daftar piutang, buku kegiatan bulanan, dan buku tamu. Dilanjutkan buku notulen, buku kepengurusan, buku saran, buku simpanan, buku pajak, buku pendapatan, buku laporan laba rugi, dan buku modal. 

"Buku wajib manajemen koperasi yang rata-rata tidak diterapkan atau masuk pada catatan jurnal pengurus, yakni buku laporan kas harian, buku laporan kas mingguan, dan buku laporan kas bulanan. Pengurus koperasi rata-rata memasukkan angka nominal dalam satu buku laporan kas. Mestinya buku kas tersebut dibuat terpisah," kata dia. 

Selain itu, buku pajak, buku pendapatan, dan buku modal dimasukkan dalam satu buku kas umum. Padahal, ketiga buku tersebut mesti juga dijurnal secara terpisah.

Dia mengatakan menyikapi ketidaktahuan tentang tata kelola manajemen koperasi ini, pihaknya menggelar pelatihan manajemen koperasi bagi pengurus selama tiga hari. 

"Sebanyak 30 peserta perwakilan dari 14 koperasi aktif kami latih untuk dapat mengaplikasikan manajemen koperasi mulai 8-10 Juli 2020," kata dia.

Dengan melakukan reorientasi dari kuantitas ke kualitas melalui penerapkan tata kelola 16 buku wajib manajemen koperasi, diharapkan koperasi di Lampura memiliki daya saing sebagai koperasi mandiri dengan kinerja yang terukur. 

"Ketika terjadi reses ekonomi, koperasi sebagai lembaga keuangan milik rakyat telah menunjukkan kiprahnya dengan memberikan bantuan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kala itu, akses permodalan bagi pelaku usaha tersebut dari lembaga keuangan lainnya tertutup dengan berbagai pertimbangan. Hal ini menunjukkan koperasi adalah lembaga keuangan di sektor riil yang masih terpercaya yang keberadaannya mesti tetap di dorong dan dikembangkankan," tuturnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar