penikamsyekhalijaber

21 Saksi Kasus Penikaman Syekh Ali Jaber Diperiksa

( kata)
21 Saksi Kasus Penikaman Syekh Ali Jaber Diperiksa
dok Lampost.co/Asrul S Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung melaksanakan pelimpahan tahap pertama perkara penikaman Syekh Ali Jaber dengan tersangka, Alfin Andrian (24).

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengatakan, pelimpahan dilakukan pada Senin, 21 September 2020, siang.

"Kami lakukan pelimpahan tahap pertama, baru berkas penyidikan saja, barang bukti dan pelaku, nanti di tahap kedua," ujarnya Senin, 21 September 2020.

Hingga saat ini, sudah 21 saksi yang telah diperiksa. Penyidik juga meminta keterangan  Yayat Rohayati, ibu dari pelaku, yang kini tinggal di Jambi.

"Sudah dimintai keterangan, hanya sebatas riwayat kejiwaan (pelaku) karena yang bersangkutan, tidak tinggal di Bandar Lampung dan tidak mengetahui dan melihat secara langsung kejadian tersebut," papar alumnus Akpol 2006 itu.

Track record kejiwaan pelaku yang diklaim keluarga korban kalau Alfin pernah berobat di Klinik Mitra Keluarga Pesawaran,  Reski tak menampik hal tersebut. Namun informasi tersebut, sebagai pelengkap pada berkas perkara.

"Memang ada keterangan keluarganya seperti itu," paparnya.

Pascapelimpahan tahap pertama, penyidik menunggu dari pihak Kejari Bandar Lampung terkait pentujuk penelitian atau hal lain yang bersifat kelengkapan administrasi.

"Termasuk nanti hasil observasi dilengkapi atau tidak, misalnya di petunjuk teliti, atau pelimpahan tahap II nanti," katanya.

Sementara, pada proses pelimpahan tahap pertama pada Senin 21 September 2020, ibu pelaku, Yayat Rohayati juga nampak hadir di Mapolresta Bandar Lampung. Matanya nampak berkaca-kaca, saat melihat sang anak.

Saat ini Alfin didampingi kuasa hukum dari Law Office H. Ardiansyah and patner, atas permintaan dari keluarga.

"Kami sudah mencapai kesepakatan dengan penyidik, untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang, kita akan membuka diri kepada manapun, untuk mengetahui insiden ini lebih dalam, agar tidak terjadi kesimpang siuran,"ujar Ardiansyah di Mapolresta Bandar Lampung.

Ardiansyah memaparkan kalau kondisi Alfin saat ini stabil. Ia juga memyampaikan permohonan maaf dan menyesal telah menikam Syeh Alijaber, dan berterimakasih atas doa dari Syekh Ali Jaber ke pelaku. 

"Kami akan memberikan keterangan yang berkenaan dengan kondisi Alfin, kami melihat ada beberapa hal yang menunjukan kondisi Alfin tidak stabil (depresi), tentu nanti ada ahli yang akan memberikan penilaian," paparnya.

Soal pelaku pernah berobat di Klinik Mitra Keluarga Pesawaran, ia membenarkan hal tersebut, namun saat itu memang tidak memiliki rekam medis yang komperhensif.

"Masih didalami, tapi pernah diantar oleh pamannya pada 2016, saat itu Alfin menunjukan reaksi yang berontak, bagaimana dari hasil rekam mediknya nanti kita akan pelajari," paparnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar