#bps#kemiskinan#pandemi#pengangguran

21,4 Ribu Warga Lampung Jadi Pengangguran

( kata)
21,4 Ribu Warga Lampung Jadi Pengangguran
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 21,4 ribu penduduk menjadi pengangguran karena dampak pandemi Covid-19 di Lampung.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami kenaikan pada Februari 2021. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,54% yang lebih rendah dibanding angka nasional sebesar 6,26%. Kemudian ada 340,3 ribu penduduk usia kerja terdampak Covid-19.

"Adapun rinciannya yakni 21,4 ribu penduduk menjadi pengangguran. Kemudian 11,1 ribu penduduk menjadi bukan angkatan kerja. Lalu 27,5 ribu penduduk sementara tidak bekerja dan 280,3 ribu penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja atau Shorter Hours," kata Faizal Anwar.

Menurutnya di masa pandemi Covid-19 bantuan sosial dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan dengan baik. Ia mengatakan bantuan sosial pemerintah baik pusat maupun daerah sangat membantu penduduk pada masa pandemi, terutama penduduk pada lapisan bawah.

Kondisi kemiskinan suatu wilayah selain dapat dilihat dari persentase penduduk miskin juga dapat dianalisa melalui indeks kedalaman dan indeks keparahan. Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin.

Apabila dibandingkan antara daerah perkotaan dan perdesaan, nilai indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di daerah perdesaan lebih tinggi daripada di daerah perkotaan. Pada Maret 2021, nilai P1 untuk daerah perkotaan sebesar 1,265 sedangkan di daerah perdesaan jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 2,170. Sementara itu nilai P2 untuk perkotaan adalah 0,260 sedangkan di perdesaan mencapai sebesar 0,490.

Winarko







Berita Terkait



Komentar