#Narkoba#Lampung

206 Tersangka Kasus Narkoba Ditangkap di Lampung Selama 2021

( kata)
206 Tersangka Kasus Narkoba Ditangkap di Lampung Selama 2021
Mapolda Lampung di Sukarame, Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung telah menangkap 206 tersangka kasus penyalahgunaan narkotika berbagai jenis selama 2021.

Wadir Resnarkoba Polda Lampung, AKBP FX Winardi menyebut, 46 tersangka di antaranya diajukan untuk direhabilitasi karena tergolong sebagai pemakai atau pecandu narkoba.

"Seorang tersangka penyalahgunaan narkoba bisa dikatakan sebagai bandar jika barang bukti memiliki persediaan terbatas satu hari. Itu sesuai dengan surat edaran Mahkamah Agung," katanya, Senin, 29 November 2021. 

Baca: 1.757 Kasus Narkoba di Lampung Terungkap Selama 2021

 

Jika tersangka hanya menyimpan sabu-sabu kurang dari satu gram atau Ineks tidak lebih dari delapan butir, kata AKBP Winardi, maka ia dimasukkan dalam kategori pengguna sehingga bisa diproses sesuai hukum yang berlaku. 

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Brigjen Edi Swasono mengatakan, pihaknya selalu merekomendasikan rehabilitasi jika menangkap tersangka penyalahguna narkotika di bawah satu gram. Hal itu menurutnya agar pemakai dan bandar atau terlibat jaringan narkotika tidak berada dalam satu penjara.

"Jika pemakai ditahan di lembaga pemasyarakat maka itu tidak akan menyelesaikan masalah karena mereka gabung dengan bandar, pengedar, dan lainnya," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah mengeluarkan Pedoman Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa.

Lewat pedoman itu, penyelesaian perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan melalui rehabilitasi pada tahap penuntutan.

Pada Bab IV tentang Penuntutan tertulis jenis dan persyaratan rehabilitasi melalui proses hukum, yaitu terdiri atas rehabilitasi medis dan sosial. Mereka yang bisa direhabilitasi adalah tersangka yang melanggar Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika yang merupakan kategori pemakai.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar