#pengadaan#pemkot

2020 Pemkot Lakukan Pengadaan Langsung Lewat Sistem 

( kata)
2020 Pemkot Lakukan Pengadaan Langsung Lewat Sistem 
Ilustrasi. Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengupayakan sebagian kegiatan pengadaan langsung menggunakan sistem. Pemkot akan mencari penyedia jasa yang telah memiliki track record baik, guna menjamin proses pengadaan berjalan baik.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bagian (Kabag) Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Pemkot Bandar Lampung Soni Rahadhiyan.  Tidak hanya dalam pelaksanaan tender kegiatan fisik saja, ULPBJ juga saat ini turut mendorong seluruh Operasional Perangkat Daerah (OPD) yang ada, untuk baik dan bijak dalam hal pelaksanaan kegiatan. 

“2020 ini kita sudah komitmen bersama akan menggunakan sistem untuk pengadaan langsung, tapi tetep saja proses pengadaannya di lakukan oleh masing-masing OPD, kami hanya melakukan proses yang di tenderkan yang nilainya diatas 200 Juta atau diatas 100 juta untuk konsultan,” ujar Soni, Jumat, 20 Desember 2020. 

Soni menjelaskan, untuk proses pengadaan langsung melalui sistem itu, dari satuan kerja yang dilakukan oleh pejabat pengadaan atau pejabat pembuat komitmen (PPK) dapat mencari informasi penyedia jasa dari LPSE melalui program yang bernama SIKap (Sistem Informasi Kinerja Penyedia Jasa).  

“Proses pengadaan langsung itu seyogianya dilakukan, kan dalam LPSE itu ada satu program yang bernama SIKap, disitu penyedia jasa sudah terdaftar dan tervrifikasi, punya pengalaman apapun hal-hal profile company yang baik sudah ada di SIKap, jadi perusahaan yang sudah ada di SIKap itu sudah terseleksi,” jelasnya. 

“Untuk pengadaan non tender secara aturan tetap memerlukan adanya bantuan dari penyedia jasa, maka melalui SIKap para OPD melalui Pejabat Pengadaan dan PPK dapat memilih perusahaan yang sudah terbukti dan sesuai kebutuhan,” lanjutnya. 

Pihaknya menargetkan di tahun 2020 mendatang, seluruh kegiatan pengadaan yang dilaksakan oleh masing-masing OPD dapat menggunakan sistem. Sebab jika suatu pengadaan untuk prosesnya melalui sistem maka kecil kemungkinan hasilnya akan tidak sesuai dengan harapan.  

“Target kami 2020 sebisa mungkin sebagian pengadaan langsung menggunakan system, karena pengadaan langsung itu tidak seperti tender pejabat pengadaan hanya mengambil ada program SIKap ambil dsiitu banyak penyedia jasa mana sih dikira yang paling mempuni, paling sesuai sama pekerjaan,” harapnya. 

Secara rinci dirinya menerangkan, dari program SIKap itu para penyedia jasa dapat mendaftarkan diri jika belum terverifikasi. Karena untuk mengakses program tersebut diperlukan ID khusus yang hanya dimiliki oleh owner sebagai pemilik pekerjaan dan penyedia jasa yang sudah terverifkasi.
 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar