#sriwijayaair#namair#safariramadan#bukabersama

2019 Sriwijaya Air Target dapat Layani Penerbangan Umrah

( kata)
2019 Sriwijaya Air Target dapat Layani Penerbangan Umrah
Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo (kiri) dan Direktur Komersial Nam Air Frangki memberikan sambutan dalam acara safari ramadan yang digelar di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Rabu, (6/6/2018). (Dok/Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sriwijaya Air salah satu perusahaan penerbangan di Indonesia menargetkan dapat melayani penerbangan umrah pada 2019 mendatang.

"Tahun depan kita targetkan bisa layani penerbangan ke jeddah yakni melayani perberbangan umrah dari Jakarta, Solo, dan Medan," kata Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo, disela acara safari ramadan yang digelar di Hotel Bukit Randu, Rabu (6/6/2018).

Menurutnya, setiap tahunnya pemerintah Arab Saudi mengeluarkan hingga 1,5 juta visa untuk Indonesia. Namun, Indonesia hanya bisa mengambil bagian sekitar 600 ribu visa. "Nah, yang lainnya itu lewat penerbangan negara tetangga. Jadi potensi sebesar itu, Sriwijaya Air akan mencoba ambil bagian. Kita terus berupaya untuk menjadi world class air lines. Dan selama 14 tahun beroperasi, finasial dan operasional kita sehat," kata dia.

Dia mengatakan setiap hari, kini Sriwijaya Air melayani 300 penerbangan dari sebelumnya pada tahun lalu yakni berkisar 275 penerbangan per hari. "Tahun ini target kita dapat melayani 14,5 juta penumpang atau naik 2,5 juta penumpang dari tahun 2017," ujarnya.

Toto menambahkan, Sriwijaya Air juga menambah 20 pesawat baru yakni Boeing 737 MAX 8 yang memiliki kapasitas 189 penumpang dan Boeing 737 MAX 9 yang memiliki kapasitas 220 penumpang, dibeli dari pabrikan Amerika Serikat. "Ditargetkan pesawat baru ini akan hadir di daftar penerbangan kita mulai Mei 2019 secara bertahap," ungkapnya.

Baca Juga:

Sriwijaya Air Gelar Safari Ramadan dan Santunan Anak Yatim

Ia mengatakan untuk operasional penerbangan Sriwijaya melayani 90% melayani penerbangan domestik dan 10 persen penerbangan internasional. "Kalau untuk penerbangan internasional, Tiongkok merupakan negara penyumbang jumlah penumpang yang banyak. Dari 10 kota yang ada disana, kita melayani penerbangan ke Denpasar, Bali dan Bintan, Tanjungpinang. Setiap hari itu bisa kita layani hingga 1.000 wisatawan Tiongkok ke Bali," kata dia.

Sriwijaya Air/ Adi Sunaryo

Berita Terkait

Komentar