#beritalampung#tipikor#kejarilamsel

2018, Empat Laporan Tipikor Masuk ke Kejari Lampung Selatan

( kata)
2018, Empat Laporan Tipikor Masuk ke Kejari Lampung Selatan
Kantor Kejari Lamsel. (Lampost.co/Perdhana Wibisono)

KALIANDA (Lampost.co) -- Sepanjang tahun 2018, sebanyak empat kasus tindak pidana korupsi (tipikor) di laporkan masyarakat ke Kejakasaan Negeri Lampung Selatan.

Keempat kasus tipikor tersebut terdiri dari tiga laporan Kepala Desa dan satu Dinas/Instansi pemerintahan di Lampung Selatan. "Dari empat yang masuk, paling banyak laporan terhadap Kades," kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Totok Alim Prawiro Widodo, Sabtu (27/10/2018).

Laporan tipikor yang masuk, pihaknya menindak lanjuti dengan penyelidikan dimulai dari pengumpulan data dan keterangan. "Selanjutnya apabila ditemukan indikasi tipikor, maka laporan tersebut meningkat menjadi penyidikan," ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya tipikor, Kejari Lampung Selatan, sudah membentuk Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang memberikan pengawalan dalam pengelolaan uang negara atau Dana Desa. "Dinas atau instansi pemerintahan daerah dan Kepala Desa bisa minta pengawalan TP4D," ujarnya.

Mantan Kasi Intelijen kota Metro itu menjelaskan jika di Lampung Selatan, pengawalan TP4D hanya dilakukan Kementerian Agama saja. "Berbeda dengan Kabupaten Pesawaran yang sangat antusias pengawalan TP4D," ujarnya.

Untuk pengawalan TP4D, kata dia, dinas atau instansi terkait mengajukan surat permohonan kepada pihaknya, kemudian permohonan di proses dan di telaah. "Pendampingan sesuai dengan permintaan, tapi kebanyakan sampai dengan selesai," kata dia.

 

Perdhana Wibisono

Berita Terkait

Komentar