#pencabulan#kekerasanseksual

200 Romo Katolik Jerman Terlibat 6.000 Kasus Pelecehan Seksual

( kata)
200 Romo Katolik Jerman Terlibat 6.000 Kasus Pelecehan Seksual
Pemandangan salah satu sudut sebuah gereja di Duesseldorf, Jerman, 9 Juni 2021. Ina FASSBENDER / AFP


Berlin (Lampost.co) -- Setidaknya 610 anak tercatat sebagai korban pelecehan seksual romo Katolik dari 1945 hingga 2020 di keuskupan kota Munster, Jerman. Hal ini disampaikan dalam sebuah hasil penelitian yang dirilis pada Senin, 13 Juni 2022.


Dikutip dari CNN, laporan terbaru dari Universitas Munster menyebutkan sekitar 200 romo Katolik Jerman melakukan hampir 6.000 pelecehan.

Para peneliti meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi akibat banyaknya kasus yang tidak dilaporkan. Angka sebenarnya diperkirakan mencapai 5.000 hingga 6.000.

Uskup Munster Felix Genn, yang dilantik pada 2008, menerima temuan ini dan akan membuat pernyataan publik pada Jumat mendatang.

Sejarawan Natalie Powroznik, yang terlibat dalam penelitian tersebut, menduga para romo rata-rata melakukan dua tindakan pelecehan terhadap korban setiap pekan, walau jumlah aslinya bisa saja lebih tinggi.

"Tiga perempat dari korban anak laki-laki berusia 10 hingga 14 tahun," kata Powroznik.

Para korban terikat dengan gereja melalui pelayanan altar, komunitas pemuda gereja atau penerimaan sakramen suci.

 Lebih lanjut, para peneliti lebih lanjut menduga para uskup di Jerman selama beberapa dekade menyadari maraknya kasus pelecehan. Namun, tidak mengambil tindakan dan membiarkan pelaku bertugas seperti biasa. Hal ini memungkinkan berlanjutnya pelecehan.

Menurut penelitian tersebut, hanya 12 persen dari terduga pelaku yang dicabut dari daftar.

Biasanya, pelaku yang terlibat kasus pelecehan diberi teguran atau dikirim ke biara untuk jangka waktu pendek. Tapi, sebagian besar pelaku pelecehan dikirim ke paroki lain di mana mereka meneruskan kejahatannya.

Hingga kini, sekitar 50 romo Katolik Jerman yang diduga melakukan pelecehan seksual masih hidup.

Ditemukan juga 43 persen korban yang diwawancarai melaporkan kekerasan fisik yang parah dan harus menanggung konsekuensi substansial secara psikologis, seperti gangguan kecemasan dan depresi. Para sejarawan juga mencatat adanya sejumlah upaya bunuh diri di antara para korban.

Laporan Universitas Munster ini adalah yang terbaru seputar tuduhan pelecehan seksual anak di Gereja Katolik Jerman dalam beberapa tahun terakhir.

Januari lalu, sebuah laporan Gereja tentang pelecehan oleh pastor Katolik di Keuskupan Agung Munich dan Freising menyimpulkan bahwa mantan Paus Benediktus XVI sebenarnya mengetahui mengenai para romo yang melakukan pelecehan selama masa jabatan mereka dalam periode 1977 hingga 1982.

Namun, atas alasan tertentu Benediktus XVI tidak mengambil tindakan. Sebulan setelah publikasi laporan tersebut, pensiunan paus itu meminta maaf, tetapi menyebut dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun.

Sebuah laporan di tahun 2018 oleh Konferensi Waligereja Jerman menemukan setidaknya 1.670 orang terlibat dalam 3.677 kasus pelecehan seksual anak oleh romo antara tahun 1946 dan 2014.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar