#Pertanian

200 Hektare Padi di Suoh Diserang Wereng

( kata)
200 Hektare Padi di Suoh Diserang Wereng
Para petani dibantu Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), aparatur kecamatan, Babinsa, dan beberapa unsur lain melakukan  pengendalian secara serentak. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Sekitar 200 hektare tanaman padi milik petani yang tergabung di sembilan kelompok yang tersebar di enam pekon di Kecamatan Suoh, Lampung Barat (Lambar) diserang hama wereng.

Sembilan kelompok petani itu terdiri dari Manunggal Sakti, Cinta Karya II Sukamarga, Hidayah Ringinsari, Sumber Kasih Sumberagung, Muda Bakti Sumberagung, Sumber Rezeki Sumberagung, Sinar Harapan Bandingagung, Telaga Jaya I dan Telaga Jaya II Roworejo. Mereka tersebar di Pekon Tuguratu, Sumberagung, Ringinsari, Bandingagung, Roworejo, dan Sukamarga Kecamatan Suoh.

Para petani dibantu Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lambar, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), aparatur kecamatan, Babinsa, dan beberapa unsur lain melakukan  pengendalian secara serentak.

Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) sekaligus koordinator PPL Suoh, Warjana, mengatakan, serangan hama itu terjadi sejak awal Februari lalu. Petani pun sudah melaksanakan upaya pengendalian, namun tidak berhasil bahkan tingkat serangan makin meluas.

"Karena itu, upaya pengendalian dilakukan secara serentak dengan dibantu dinas terkait. Pihak Dinas juga memberikan bantuan obat-obatan untuk pengendalian," kata Warjana, Minggu, 27 Februari 2021. 

Ia menjelaskan, akibat serangan hama wereng itu beberapa spot tanaman sudah rusak dan ada yang tidak bisa dikendalikan lagi. Untungnya, tingkat kerusakan masih sekitar 5-10% saja.

"Sekitar 80-90 persen tanaman petani itu masih bisa diselamatkan," kata dia.

Ia menambahkan, selain melakukan pengendalian serentak, petani juga di diberikan bantuan insektisida.

Penyebab serangan hama wereng, kata Warjana, kemungkinan karena penggunaan pestisida yang over dosis atau berlebihan. Akibatnya musuh alami yang bermanfaat untuk membasmi hama/serangga perusak tanaman menjadi mati.

"Musuh alami yang berfungsi untuk membunuh hama itu banyak, antara lain capung, kumbang, laba-laba , dan lainya. Jika musuh alami ini sudah mati dan tidak ada lagi yang memakan hama maka hama pengganggu tanaman tersebut akan berkembangbiak dengan cepat dan menyebabkan serangan pada tanaman," kata dia. 

Warjana mengimbau petani untuk segera membiasakan diri beralih kepada pestisida organik dalam melakukan penanganan hama. Pestisida kimia bisa saja digunakan tetapi bersifat sebagai penanganan terakhir.

Ia mengaku, rata-rata lahan tanaman padi petani yang terserang hama ini juga tidak masuk dalam program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) karena petani tidak mendaftarkannya.

"Mudah-mudahan tanaman petani itu selamat dari serangan wereng sebab pada musim tanam ini petani di lokasi itu tidak menfaftarkan tanamanya untuk mengikuti program AUTP dengan alasan pencairan klaim dana asuransi sangat lambat seperti klaim petani pada musim tanam lalu saja sampai saat ini belum juga dibayar," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar