#lionair#penumpang#penerbangan

20 Persen Calon Penumpang Lion Air di Lampung Batalkan Penerbangan

( kata)
20 Persen Calon Penumpang Lion Air di Lampung Batalkan Penerbangan
Ilustrasi. (Foto: Dok)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Senin (29/10/2018) lalu membuat calon penumpang maskapai tersebut membatalkan perjalanannya. Sebanyak 20% konsumen yang sudah memesan tiket penerbangan itu menghindari untuk menaiknya dan lebih memilih untuk membeli karcis maskapai lainnya.

Pemilik Adyatama Tour and Travel, Adi Susanto menjelaskan kecelakaan yang menimpa Lion Air sangat berpengaruh terhadap animo masyarakat untuk menggunakan maskapai swasta terbesar di Indonesia itu. Calon perumpang itu mengkhawatirkan keselamatan diri dan keluarganya pasca peristiwa naas tersebut.

"Pengaruhnya sangat besar, karena banyak pemesanan yang di cancel. Ada sekitar 20% yang membatalkan untuk lebih memilih pindah ke maskapai lain ataupun hanya sekedar membatalkan penerbangannya," kata Adi kepada Lampost.co, Kamis (1/11/2018).

Kendati demikian, lanjutnya, pembatalan tersebut tidak membuat usahanya mengalami kerugian. Sebab, pemesanan tiket tersebut langsung dibayarkan secara tunai dan pembatalan tersebut merupakan keputusan calon penumpang. Sehingga, pihaknya pun tidak memberikan pengembalian uang tiket.

"Kalau rugi sih nggak, karena konsumen sendiri yang membatalkan, sehingga tiketnya hangus. Artinya, kerugian itu ditanggung konsumen. Rata-rata warga Lampung banyak yang memesan perjalanan ke Jakarta dan tiketnya hanya seharga Rp200 ribu," ujarnya yang juga sebagai Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asitta) provinsi Lampung.

Selain pembatalan, terdapat penurunan animo pembelian tiket dari masyarakat untuk Lion Air. Sehingga masyarakat kini lebih memilih maskapai lain yang sedikit lebih mahal. Namun, dia berharap fenomena tersebut hanya terjadi untuk sementara waktu. "Namun, secara kolektif ada penurunan untuk jalur udara ini. Tapi, semoga saja ini tidak terjadi lama agar usaha travel tetap berjalan baik," katanya.

Effran Kurniawan

Berita Terkait

Komentar