#perbukitan#gunung

20 Perbukitan dan Gunung di Bandar Lampung Beralih Fungsi

( kata)
20 Perbukitan dan Gunung di Bandar Lampung Beralih Fungsi
Ilustrasi.Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Bandar Lampung) -- Pengerukan bukit untuk menjadi lahan kaplingan di Kampung Mulyajaya, Kelurahan Karangmaritim, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, menambah panjang gunung atau bukit yang dialihkanfungsikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung, setidaknya sampai dengan saat ini terdapat 20 lahan perbukitan atau gunung di Bandar Lampung yang telah berubah fungsi lahan, data tersebut per Juni 2020.

Sebagian besar kondisi lahan perbukitan atau gunung terdiri dari kategori baik, rusak, rusak ringan, mulai rusak, dan rusak berat.  

Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri menerangkan alih fungsi lahan perbukitan dan gunung yang terjadi sampai saat ini dengan dalih bermacam-macam. Seperti menjadi lokasi pemukiman, perumahan, pertambangan, dan perhotelan.

"Untuk data di Walhi sampai dengan Juni 2020, jumlah total gunung dan perbukitan di Bandar Lampung ini 33 dan yang telah beralih fungsi 20 lahan," ujar Irfan, Selasa, 20 Oktober 2020.

Untuk lahan bukit dan gunung yang tidak mengalami alih fungsi lahan 13 lahan. Kondisinya sebagian besar masih dalam kondisi baik, meskipun terdapat satu yaitu Gunung Mastur di Kecamatan Telukbetung Timur, meski tidak mengalami alih fungsi lahan kondisinya telah rusak.

"Gunung atau bukit yang tidak mengalami alih fungsi lahan, Gunung Mastur di Telukbetung Timur, Gunung Sulah Way Halim, Gunung Cerepung dan Gunung Cecepoh Telukbetung Barat, Gunung Palu di Telukbetung Barat, Gunung Banten Kedaton, Gunung Sukajawa di Tanjungkarang Barat, Bukit Asam di Panjang, Bukit Pidada Sukabumi, Bukit Hatta Telukbetung Timur, Bukit Cepagoh Telukbetung Barat," ujarnya.

"Bukit Susunan Baru di Tanjungkarang Barat, Bukit Kelutum di Tanjungkarang Timur, dan yang terakhir Bukit Langgar di Kecamatan Sukabumi," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar