#Nasional#polri#Virus-Korona

20.845 Kejahatan Terjadi Selama Pandemi Korona

( kata)
20.845 Kejahatan Terjadi Selama Pandemi Korona
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta (Lampost.co) -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menyebut gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat meningkat selama pandemi virus korona (covid-19). Peningkatan tercatat sejak Februari hingga Maret 2020.

"Pada Februari ada 17.411 kasus, Maret ada 20.845 kasus. Kenaikan mencapai 19,72 persen," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa, 14 April 2020.

Argo memerinci gangguan keamanan itu meliputi; kejahatan, pelanggaran, gangguan, dan bencana. Gangguan terhadap orang, seperti penemuan mayat, bunuh diri, kecelakaan, kebakaran, maupun kehilangan.

"Itu yang menyebabkan banyak peningkatan," ujar Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Sementara, kasus kejahatan meliputi pembunuhan, pencurian dengan pemberatan, pencemaran nama baik, penghinaan hingga penyebaran berita bohong atau hoaks terkait virus korona. Polisi telah menangani 81 kasus terkait hoaks kasus korona. Sebanyak 12 orang di antaranya ditahan.

Argo menuturkan ke-12 tersangka ditangani kesatuan hukum berbeda. Dua tersangka ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Mereka dijerat Pasal 28 Jo Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Satu tersangka ditangani Polda Kalimantan Barat. Tersangka dijerat Pasal 14 Jo Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sedangkan sembilan tersangka ditangani Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar