#kemarau#gagalpanen#kekeringan#beritalamsel#pertanian

2.019 Ha Tanaman Padi di Palas Terancam Kekeringan

( kata)
2.019 Ha Tanaman Padi di Palas Terancam Kekeringan
Ilustrasi: Dok/Lampost.co

KALIANDA (Lampost.co) -- Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan tanaman padi seluas 2.019 hektare di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terancam kekeringan. Ancaman kekeringan itu tersebar di 17 desa dari 21 desa di Kecamatan setempat.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu, 21 Agustus 2019. Menurutnya, ancaman kekeringan itu diakuinya belum merusak tanaman padi. "Berdasarkan hasil pantauan para penyuluh ada seluas 2.019 hektare baru terancam kekeringan. Sebagian besar ancaman itu berada di wilayah Timur. Dimana, usia tanaman padi baru 7-30 hari setelah tanam (HST)," kata dia.

Dari data 2.019 hektare itu, kata Agus, seluas 746 hektare tanaman padi kondisi lahannya pasokan air mulai berkurang. Sedangkan, 133 hektare kondisi lahan mulai mengering."Namun, seluas 1.114 hektare kondisi lahan masih berair, tapi pasokan air sudah minim. Yang jelas, semua tanaman statusnya masih terancam kekeringan," kata dia.

Agus mengatakan dalam beberapa pekan kedepan pihaknya akan lebih intens memantau kondisi tanaman padi. Hal itu menyusul bila kedepan belum turun hujan. "Yang jelas, dalam beberapa hari kedepan kami akan lebih intens memantau ancaman kekeringan. Kalaupun sudah ada yang rusak, kami akan segera laporkan ke kabupaten," kata dia.

Sementara itu, Agus menambahkan luas lahan yang sudah didaftarkan dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sudah mencapai 790 hektare. Jumlah tersebut dinilai bertambah dari sebelumnya hanya 705,5 hektare."Ada penambahan luasan tanaman padi yang didaftarkan ke dalam AUTP. Sekarang sudah ada 790 hektare. Tapi, ini kemungkinan bisa akan bertambah," kata dia.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Tani Maju Desa Pulaujaya, Iskandar mengaku hingga saat ini peminat AUTP bertambah dari sebelumnya hanya 7 kelompok tani, kini menjadi 10 kelompok tani. Sedangkan, luas tanaman yang didaftarkan seluas 234,75 hektare."Ada 65 hektare penambahan yang didaftarkan ke AUTP. Jadi, totalnya ada seluas 234,75 hektare. Mudah-mudahan peminat AUTP akan terus bertambah. Mengingat kondisi masih kemarau," kata dia

Armansyah



Berita Terkait



Komentar