#Dana-Desa#Kotabumi#Lampura#Kades

194 Kades di Lampura ke Bali Tuai Kritik

( kata)
194 Kades di Lampura ke Bali Tuai Kritik
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Kotabumi (Lampos.co) -- Keberangkatan 194 kepala desa (kades) di Kabupaten Lampung Utara ke Bali menuai kritik. Kegiatan tersebut dinilai tidak efektif dan menjadi ajang pelesiran para kades.

Berdasar informasi dihimpun Lampost.co, kunjungan tersebut diikuti 194 kades dari 232 kades se-Lampura. Agenda ini menelan anggaran Rp2,7 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

"Apalagi sebagian kades membawa keluarga mereka. Alangkah baiknya uang sebanyak itu untuk program pembangunan di wilayah perdesaan," kata Humas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Lampura, Rasyid, Kamis, 21 November 2019.

Pihaknya menyayangkan kunjungan ke Bali berlabel bimbingan teknis (bimtek) tersebut. Rasyid menduga kegiatan itu ajang berwisata serta bancakan oknum tertentu yang mementingkan kepentingan pribadi.

"Kuat dugaan ini sarana pelesiran dan ajang bancakan. Padahal beberapa hari lalu tim monev KPK-RI datang. Salah satu point pentingnya adalah menyoal dana desa (DD) jangan dipermainkan. Kami meminta kepada pihak BPK dan KPK memonitoring para kades tersebut. Sebab, anggaran yang mereka gunakan itu dari pemerintah untuk pemberdayaan dan pembangunan desa," terangnya.

Terpisah, seorang warga Lampura yang enggan disebutnamanya mempertanyakan kegiatan para kades ke Bali tersebut. "Saya dapat info ada kepala desa membawa 11 anggota keluarganya. Jadi ada apa ini," ungkapnya.

Dia juga heran dengan banyaknya perubahan agenda kunjungan tersebut. Contohnya, semula rombongan hendak berangkat dengan pesawat Garuda tapi kemudian diganti dengan Sriwijaya Air.

“Saya duga bimtek ini hanya formalitas. Intinya ini kesempatan bagi para kades dan kerabat keluarga mereka untuk bisa pelesiran ke Bali. Aji mumpung mas," tambah sumber tersebut.

Bukan Bimtek

Terkait polemik 194 kades di Lampura berangkat ke Bali, Plt bupati setempat Budi Utomo menjelaskan kegiatan tersebut bukanlah bimtek melainkan studi banding. Para kades berkunjung ke Bali melihat langsung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pulau Dewata.

"Penjelasan itu saya terima saat Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa melaporkan  langsung rencana kegiatan itu. Bukan bimtek, tapi berkunjung langsung melihat BUMDes di sana," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah kades di Kabupaten Lampura berangkat ke Bali untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Menurut informasi didapat, sebagia kades membawa anggota keluarga mereka saat pemberangkatan, Rabu, 20 November 2019.

Rombongan berangkat pagi buta. Mereka berkumpul di depan Komplek Islamic Center Kotabumi sebelum menuju bandar udara. Mereka menumpang empat bus berstriker Pesona Indonesia.

Kabid Pemdes DPMD Lampura Habibi, ketika dikonfirmasi mengatakan, kegiatan murni inisiatif desa. Kegiatan tidak ada hubungannya dengan pemerintah daerah. Habibi menolak informasi bahwa bimtek atas rekomendasi pemerintah daerah.

"Tidak ada hubungan. Sesuai instruksi Plt Bupati tidak ada pendampingan. Informasi di luar cuma isu, soal rekomendasi itu," kata Habibi. Para kades direncanakan berada di Bali selama tiga hari, mulai 20 sampai 23 November 2019.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar