#Paripurna#DPRD#Lambar#Parosil#Bupati

19 Pekon Tertinggal Jadi PR Pemkab Lambar

( kata)
19 Pekon Tertinggal Jadi PR Pemkab Lambar
Sidang Paripurna istimewa HUT Lambar ke-27 yang digelar Kamis (20/9/2018) (Lampost/Eliyah)

LIWA (Lampost.co) -- Status Kabupaten Lampung Barat yang hingga saat ini masih menyandang predikat daerah tertinggal adalah satu tantangan berat bagi Pemkab untuk menuntaskanya agar terlepas dari status ketertinggalan itu.

Hal itu dikatakan oleh bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menyampaikan pidatonya dalam sidang paripurna istimewa DPRD Lambar memperingati HUT Lambar ke-27 Kamis (20/9/2018).

"Tantangan berat yang akan dituntaskan adalah terlepas dari predikat kabupaten tertinggal, dimana hasil perhitungan indeks kemajuan desa (IDK) yakni masih ada 19 pekon lagi yang berstatus tertinggal," kata Parosil.

Hasil perhitungan IKD tahun 2017, masih ada 19 pekon lagi yang berstutus tertinggal tersebar di 9 kecamatan. Hal ini tentu akan menjadi pemikiran bersama tentang jalan keluar untuk penuntasanya.

Dengan bertambahnya usia ini, kata Parosil, maka akan bertambah pula tantangan yang dihadapi.

Sebab perubahan paradigma pembangunan global dan nasional juga turut memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah.

Hal ini berkaca dari pengalaman yang sudah ada dimana dulu kita mengenal target pembangunan milenium deplopment goal's dan saat ini dihadapkan dengan target pembangunan berkelanjutan atau yang dikenal dengan sustainable development goal's yang terdiri dari 3 pilar pembangunan dengan 17 tujuan yang telah menjadi kesepakatan global. Terkait dengan ini maka tantangan berat yang dihadapi adalah menuntaskan predikat dari status ketertinggalan daerah ini.

Karena itu ia mengajak segenap masyarakat Lambar untuk dapat berparitipasi aktif dalam memajukan daerah ini. Kemudian dapat merawat hasil pembangunan yang sudah ada serta menghidupkan kembali semangat beguai jejama yang menjadi kearifan lokal masyarakat Lambar demi kemajuan daerah.

Parosil berjanji akan terus memacu dan mendorong percepatan pelaksanaan pembangunan, khususnya program prioritas yang telah menjadi janjinya kepada masyarakat. Salahsatunya program ambulan hebat, bantuan seragam sekolah dan lain sebagainya. Ia berharap setiap program akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Setiap program yang dilaksanakan juga harus bersinergi, saling melengkapi dan saling mengisi, baik yang bersumber dari dana desa maupun APBD, yang semua pengelolaanya juga harus baik, transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

 

Eliyah



Berita Terkait



Komentar