#BERAS#BERITALAMPUNGSELATAN

185 Warga Desa Sinarpalembang Kecewa Kualitas Beras BNPT Buruk

( kata)
185 Warga Desa Sinarpalembang Kecewa Kualitas Beras BNPT Buruk
Warga kecewa kualitas beras buruk(MI/Benny Bastiandy)


Kalianda (lampost.co) - - Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sinarpalembang, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, kecewa kualitas beras Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) sangat buruk dan kurang layak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, sebanyak 185 KPM di Desa Sinarpalembang mendapatkan bantuan pangan dari program BNPT.

Setiap bulannya KPM yang merupakan kepala keluarga (KK) yang kurang mampu mendapatkan bantuan pangan berupa beras premium seberat 10 kg, buah 0,5 kg, kentang 1 kg, telur 14 butir, kacang hijau 250 ons, dan ayam 1 kg.

Bantuan pangan nontunai di Desa Sinarpalembang didistribusikan CV Solusi melalui e-Warong yang selanjutnya disalurkan ke ratusan KPM setempat. Warga penerima manfaat merasa kecewa dengan beras bantuan berwarna kecoklatan, karena tidak sesuai dengan ketentuannya yakni kualitas premium.
"Warna berasnya kecoklatan seperti beras murahan," kata Suwarni (57), warga desa setempat, Jumat 9 April 2021.

Sejak Maret 2021, warga setempat sudah sangat kecewa dengan keterlambatan bantuan pangan karena tidak kunjung dibagikan. 
"Bulan bantuan tidak ada, baru sekarang dibagikan sekaligus dua bulan jadinya," ujarnya. 

Hal senada diungkap warga KPM lainnya, Naning. Menurutnya, selain bantuan terlambat, kualitas beras buruk, bobot ayam potong hanya seberat 8,5 ons.
"Ayamnya kecil, nyampe rumah ditimbang beratnya enggak nyampe sekilo," kata Naning (63).

Menurutnya, selama ini menjadi masyarakat penerima manfaat bantuan serba salah, karena jika protes dengan buruknya kualitas bantuan dianggap tidak tahu terima kasih. 
"Kami serba salah jadinya, mau mengadu kemana," kata dia. 

Di sisi lain, saat dikonfirmasi ke pemilik e-Warong, Maroh(38), mengaku hanya sebagai penyalur KPM Desa Sinarpalembang, bukan distributor bantuan pangan. 
"Barang dari CV Solusi, saya hanya menyalurkan ke masyarakat," ujarnya. 

Maroh menjelaskan keterlambatan bantuan pangan pada Maret 2021 karena saat itu ada sinkronisasi data KPM. Dengan demikian, bantuan itu belum bisa disalurkan. 
"Telat karena sedang pendataan, tapi bulan ini disalurkan sekaligus," kata dia. 

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari para pemangku kepentingan mengenai buruknya kualitas beras bantuan dari Kementerian Sosial. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar