#haji#umrah#kemenag

182 Jemaah Haji Indonesia Safari Wukuf

( kata)
182 Jemaah Haji Indonesia Safari Wukuf
Jemaah haji mengantre untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di KKHI Makkah. (Lampost.co/Sobih AW Adnan)


Makkah (Lampost.co) -- Sebanyak 182 calon haji Indonesia akan mengikuti safari wukuf pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang akan dimulai pada Kamis, 7 Juli 2022 atau 8 Zulhijah 1443 Hijriah, besok.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, ratusan calon haji tersebut merupakan jemaah yang mengalami sakit maupun memiliki kendala dalam menjalani wukuf.

"Sebanyak 113 calon peserta safari wukuf merupakan jemaah yang saat ini berada di kelompok terbang (kloter) masing-masing. Sementara yang saat ini masih menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mencapai 69 orang," ujarnya, di Makkah, Rabu, 6 Juli 2022.

Menurut Kunta, seluruh calon peserta safari wukuf sedang diperiksa tim dokter di KKHI.

"Siapa yang akan disafari-wukufkan bersifat dinamis, tergantung nanti hasil penilaian tim pemeriksa,” ungkap dia.

Dari data 182 calon peserta safari wukuf, sebanyak 162 jemah merupakan calon peserta duduk dan 20 jemaah merupakan calon peserta berbaring.

Sebanyak 10 bus sudah disiapkan dengan komposisi enam bus untuk peserta posisi duduk dan empat bus untuk peserta posisi berbaring.

Dia memastikan jemaah yang akan disafari wukufkan sudah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan Surat Keputusan Kepala Pusat Kesehatan Haji No. HK.02.07/1/1988/2017 Tanggal 27 Agustus 2017.

“Yang pasti nanti yang disafari-wukufkan dalam kondisi sakit, namun transportable” ujar Kunta.

Safari Wukuf merupakan upaya KKHI untuk mewukufkan calon haji yang sakit ke Arafah, dengan mempertimbangkan keselamatan jemaah.

“Evaluasi kondisi kesehataan pasien akan dilakukan sampai H-1 besok,” jelas dia.

Jemaah yang disafari-wukufkan harus memenuhi kriteria sebagai berikut;

1. Kesadaran baik
a) Airway, breathing, circulation baik
b) Glasgow coma scale (GCS) = 15
c) kesadaran psychiatrist baik (3P, Memuaskan, mempertahankan, dan mengalihkan perhatian)
d) kemampuan menilai realita baik (tidak ada halusinasi waham)
2. Hemodinamik (sirkulasi) stabil, mean arterial pressure (MAP) paling rendah 65 mmHg
3. Saturasi oksigen lebih dari 89 dengan nasal kanula 2 – 3 liter per menit
4. Transportable. Saat pemindahan tidak memperberat kondisi fisik, berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji sakit
5. Tidak mengidap penyakit menular / tidak infeksius
6. Penyakit tidak dalam periode akut
7. Tidak dalam krisis hipertensi

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar