#Limbahmedis#TPAbakung

18 Saksi Kasus Pembuangan Limbah Medis di TPA Bakung Diperiksa

( kata)
18 Saksi Kasus Pembuangan Limbah Medis di TPA Bakung Diperiksa
Limbah infeksius Rumah Sakit Urip Sumoharjo yang dibuang di TPA Bakung. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Lampung masih menyelidiki dugaan pembuangan limbah medis atau bahan berbahaya dan beracun (B3) di TPA Bakung, Telukbetung Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, sampai saat ini sudah ada 18 saksi yang diperiksa. Mereka berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung, Rumah Sakit Urip Sunoharjo (RSUS), dan pihak ketiga selaku transporter dan pemusnah limbah B3.

Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombespol Mestron Siboro, mengatakan, hingga saat ini perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Belum penyidikan. Masih ada bukti yang dibutuhkan," katanya, Jumat, 19 Maret 2021. 

Baca: Limbah Medis Ancam Nyawa Pekerja TPA Bakung

 

Sebelumnya diberitakan, Polda melakukan penyelidikan berdasarkan laporan masuk pada 15 Februari 2021 melalui surat perintah bernomor: SP.Lidik/23/II/2021/SUBDITIV/RESKRIMSUS.

“Dari hasil penyelidikan awal, limbah medis sudah sejak lama dibuang di TPA Bakung. Hasil pemilahan beberapa item seperti botol infus, dijual ke pihak pengepul,” ujar Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Lampung, Iptu Saragih.

Ia mengatakan ada sekitar 15 orang yang telah dipanggil sebagai saksi. 

“DLH ada tiga orang, Kabid (IS), Kasi (RF), dan (HB) sebagai pengemudi truk. Selain itu ada dari RSUS enam orang dan TPA Bakung juga enam orang,” kata dia.

Ditreskrimsus Polda Lampung juga memeriksa pihak ketiga, yakni perusahaan transporter dan pemusnah limbah medis.

“Sekarang kami sedang melakukan pemeriksaan saksi dari pihak ketiga terkait perjanjian kerja sama antara RSUS dengan transporter dan pemusnah sampah,” ujarnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar