#viruskorona #vaksincovid-19

17 Sukarelawan Vaksin Covid-19 yang Mundur Tak Diganti

( kata)
17 Sukarelawan Vaksin Covid-19 yang Mundur Tak Diganti
Ilustrasi Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Jumlah sukarelawan vaksin Covid-19 berkurang setelah 17 orang mundur dari penelitian yang kini memasuki uji klinis tahap tiga. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil memastikan mundurnya sukarelawan tak memengaruhi penelitian.

"Tidak dicari gantinya, perhitungan 3 persen drop out. Jumlah subjek 1.620 berdasarkan perhitungan ahli statistik," kata Kusnandi kepada Medcom.id, Jakarta, Jumat, 6 November 2020.

Saat ini, total sukarelawan yang masih mengikuti uji klinis tahap tiga berjumlah 1.603 orang. Belasan sukarelawan mundur lantaran sakit dan beberapa lainnya pindah ke luar kota untuk bekerja.

Kusnandi menjamin sukarelawan yang sakit bukan karena efek samping vaksin buatan Tiongkok, Sinovac itu. Salah satu sukarelawan vaksin Covid-19, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengaku tak merasakan efek apa pun usai mendapat suntikan pertama.

Emil, sapaan Ridwan, tak tahu berapa banyak antibodi yang melimpah di dalam tubuhnya. "Kalau berlimpahnya sampai 90 persen, berarti badan saya siap melawan virus Covid-19 yang akan menyerang tubuh saya," kata Emil di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020.

Usai disuntik vaksin, Emil harus kembali lagi untuk pengambilan darah kedua. Rencananya, pengambilan sampel darah dilaksanakan Desember 2020.

"Nah, kalau hasil uji darah Desember kelak berhasil, produksi vaksin secara massal baru bisa dimulai dan dilanjutkan vaksinasi," ujarnya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar