#KasusDBD#LampungSelatan

17 Kasus DBD Terjadi di Lima Desa Kecamatan Sidomulyo

( kata)
17 Kasus DBD Terjadi di Lima Desa Kecamatan Sidomulyo
Pantau jentik nyamuk di rumah warga untuk tekan penyebaran penyakit DBD di Kecamatan Sidomulyo. Lampost.co /Perdhana W

Kalianda (Lampost.co) -- Sebanyak 17 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di lima desa  Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Kelima desa yang terserang penyakit DBD yakni Sidodadi, Sukabanjar, Suak, Seloretno dan Sidorejo.

Dari lima desa tersebut, Sidorejo merupakan daerah dengan jumlah tertinggi sebanyak 9 kasus, Seloretno 3 kasus, Suak 2 kasus, Budidaya 1 kasus, Sukabanjar 1 kasus dan Sidodadi 1 kasus.

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Rocky Sihombing menjelaskan seluruh kasus DBD sepanjang tahun 2020.

"Jumlah update terhitung hari ini sebanyak 17 kasus," ujarnya, Senin 3 Februari 2020.

Agar tidak meluas, semua tempat tinggal warga yang terserang hingga 100 meter yang merupakan wilayah endemis sudah dilakukan fogging atau pengasapan.  "Sudah di lakukan pengasapan di wilayah endemis," ujarnya.

Agar mata rantai nyamuk penyebar DBD Aedes Aigypti terputus, pihaknya memantau keberadaan jentik nyamuk khususnya di wilayah endemis.  "Sudah dilakukan pemantauan dan diberikan abate," kata dia.

Pola hidup bersih dan sehat serta menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus yang dilakukan secara berkelanjutan. "Kuncinya pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Mantan Kepala Puskesmas Way Panji itu menjelaskan jika di Kecamatan Sidomulyo ada wilayah endemis yang setiap musim hujan banyak kasus DBD, namun dua tahun terakhir tidak ada kasus.

"Masyarakatnya sudah menerapkan pola hidup bersih dan sehat, jadi wilayahnya sudah tidak ada kasus lagi," kata dia.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar