#esports#kompetisigame#acerteknologi

16 Tim PUBG dan 8 Tim Dota Ikuti Final Kompetisi eSports Indonesia

( kata)
16 Tim PUBG dan 8 Tim Dota Ikuti Final Kompetisi eSports Indonesia
Foto: Dok

Jakarta (Lampost.co): Babak Final Indonesia kompetisi eSports Asia Pacific Predator League 2020 dimulai Sabtu, 18 Januari 2020.

"Pemenang final ini akan mewakili Indonesia di tingkat dunia pada bulan Februari di Manila," kata Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia saat membuka kompetisi yang digelar brand Acer ini di Jakarta, Jumat, 17 Januari 2020.

Hadir dalam pembukaan Dirjen Informasi Komunikasi Publikasi (IKP) Kemen Kominfo, Widodo Muktiyo, dan Rob Clinton Kardinal Ketua Umum Asosiasi Video Game (AVG).

Menurut Herbert Ang, Predator League merupakan salah satu wujud komitmen Acer untuk selalu berinovasi dan mendukung ekosistem eSports nasional. Turnamen eSports berskala internasional ini membawa konvergensi harmonis antara dunia olahraga, pendidikan, dan digitalisasi.

Pertarungan final diikuti 16 tim PUBG dan 8 tim DOTA 2 terbaik Indonesia.

Pemenang dari masing-masing game tersebut akan mewakili Indonesia di babak Grand Final se-Asia Pasifik di Manila, Filipina pada Februari 2020.

Predator League 2020, katanya terbukti telah menjadi game changer bagi dinamika industri eSports nasional.

Terobosan dan inovasi yang dilakukan Predator League sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 makin menjadikan turnamen ini memiliki kualitas tersediri di dunia eSports Indonesia.

Pemanfaatan teknologi digital di tahun ini melalui online qualifier memungkinkan semakin banyak anak muda yang dapat berpartisipasi dalam upaya menjadi wakil Indonesia di sebuah ajang internasional.

"Melalui sistem Online Qualifier, tim yang terdaftar di Predator League 2020 meningkat 20% dari tahun sebelumnya, beberapa tim datang dari kota terjauh seperti Meulaboh dan Jayapura," kata Herbert.

Dirjen Informasi Komunikasi Publikasi (IKP) Kemen Kominfo, Widodo Muktiyo mengatakan Kemkominfo dan AVGI mendukung sekaligus mengapresiasi kerja keras Predator League dalam mencari tim terbaik melalui Online Qualifier, hingga mampu menjaring ribuan talenta muda eSports dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu game changer yang dilakukan Acer di acara Predator League 2020 tahun ini adalah dengan memfasilitasi beasiswa belajar bagi para pemenang Indonesia peringkat 1 sampai dengan 4 di Universitas BRI.

Pelaksanaan Predator League semakin mengukuhkan posisi Acer sebagai brand teknologi yang secara konsisten berkomitmen untuk menjadi akselerator ekosistem industri gaming nasional.

Predator League 2020 hadir dengan inovasi terbarunya sebagai turnamen eSports yang secara end-to-end melibatkan semua pihak dalam ekosistem termasuk menfasilitasi gamers dalam mempersiapkan jenjang karir profesional mereka melalui jalur pendidikan.

Acer berharap Predator League tidak saja menjadi platform gamers bisa berlaga dalam jenjang professional eSports skala internasional, tapi bermain games pun juga dapat membuka jalan pilihan profesi untuk persiapan masa depan mereka yang lebih baik.

Rob Clinton Kardinal selaku Ketua Umum Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI) menyampaikman Milestone yang dibangun sejak tiga tahun lalu dan berlanjut hingga hari ini menunjukkan wujud komitmen Acer dalam menjadikan Predator League sebagai bagian dari ekosistem pencarian talenta muda di eSports.

Tahun ini, Predator League 2020 diikuti oleh 17 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, Filipina, Singapore, Hong Kong, Macau, India, Australia, Korea, Sri Lanka, Jepang, Myanmar, Bangladesh dan Mongolia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar