#perusakanapk#apk#pilkada#beritalampung

16 Saksi Bakal Diperiksa Perkara Perusakan APK Paslon Yusuf Kohar-Tulus

( kata)
16 Saksi Bakal Diperiksa Perkara Perusakan APK Paslon Yusuf Kohar-Tulus
Posko Gakkumdu. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co): Polresta Bandar Lampung dikejar deadline terkait penyidikan perusakan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung, Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo, di Kecamatan Kemiling.

Perkara tersebut sebelummya ditangani Bawaslu Lampung dan Sentra Gakkumdu, namun diteruskan ke Polresta Bandar Lampung karena terdapat unsur pidana.

"Pada pembahasan tahap II disepakati, perusakan APK memenuhi unsur pidana. Pihak Bawaslu menyampaikan laporan dan diminta untuk dibuat laporan serta dibuat sprint sidik," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Jumat, 12 Oktober 2020.

Baca juga: Bawaslu Bandar Lampung Kaji Laporan Perusakan APK Paslon Eva-Deddy

Setidaknya dalam perkara yang sudah naik ke tahap penyidikan tersebut, total ada 16 saksi yang akan dimintai keterangan. Namun penyidik hanya memiliki waktu maksimal 14 hari terkait proses penyelidikan dan penyidikan pidana pemilu sesuai ketentuan yang berlaku.

"Unsur saksi dari aparat kampung (kelurahan, red), salah satunya yang kami dapat buktikan saat pembahasan karena kami hanya mempunyai waktu hingga 1 Desember 2020," kata dia.

Jika terbukti pelaku bakal dijerat dengan Pasal 69 huruf (g) juncto Pasal 187 ayat 3 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan dan denda paling sedikit Rp100 ribu atau paling banyak Rp1 juta.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar