#pasar#Tulangbawang#minyakgorengcurahrakyat

15 Pasar di Menggala Distribusikan Minyak Goreng Curah Rakyat

( kata)
15 Pasar di Menggala Distribusikan Minyak Goreng Curah Rakyat
Ilustrasi toko sembako. Lampost.co/Deta Citrawan


Menggala (Lampost.co)-- Sebanyak 15 pasar di wilayah Kabupaten Tulangbawang bakal menjadi lokasi pendistribusian program minyak goreng curah rakyat (MGCR).

Realisasi program Kementerian Perdagangan rencananya akan dimulai bulan Juli ini dan akan dibatasi tiap pembeliannya serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Kepala Dinas Perdagangan Tulangbawang Amri Alvis mengatakan pendistribusian minyak goreng curah di Tulangbawang akan dipusatkan di 15 pasar yang tersebar di 13 kecamatan.

Baca Juga : Polisi Tangkap Penimbun Solar dan Pertalite di Tuba

Pasar itu yakni Pasar Pendowo Asri, Pasar Kekatung, Pasar Mandiri, Pasar Pasiran Jaya, dan Pasar Inpra yang berada di Kecamatan Denteteladas.

Kemudian Pasar Putri Agung di Kecamatan Menggala, Pasar Boga Tama dan Pasar Sido Harjo di Kecamatan Penawartama, Pasar Tugu Gajah di Kecamatan Banjarmargo, Pasar Aji Jaya KNPI dan Pasar Penawar Baru di Kecamatan Gedungaji.

Lalu, Pasar Gedung Rejo Sakti di Kecamatan Penawaraji, Pasar Karya Bhakti di Kecamatan Meraksaaji, Pasar Meda Sari di Kecamatan Rawajitu Selatan, dan asar Unit II Kecamatan Banjaragung.

Amri menilai, terdapat beberapa titik yang dianggap belum rata. Contohnya di Kecamatan Banjar Agung, karena hanya dilakukan di Pasar Unit II. Padahal lokasi itu merupakan pusat perekonomian terbesar di Tulangbawang. Ia berencana melaporkan hal itu ke Pemerintah Provinsi Lampung.

"Nanti kami akan berkoordinasi lagi ke provinsi. Mudah-mudahan ada penambahan titik di Pasar Unit II karena menjadi pusat perekonomian terbesar di Tulangbawang dan juga pasar terbesar," kata Amri Alvis, Jumat 1 Juli 2022. 

Ia menjelaskan, harga minyak goreng curah rakyat akan dijual dengan satu harga yakni Rp14 ribu perliter atau Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Untuk pembeliannya, masyarakat juga hanya bisa membeli maksimal 10 liter untuk  satu KTP dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Ini dilakukan pemerintah agar ada pemerataan untuk masyarakat sekitar," katanya.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar