#taliban#afghanistan#bombunuhdiri

15 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom RS Militer Kabul

( kata)
15 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom RS Militer Kabul
Sejumlah pasien terluka dibawa ke rumah sakit dan dijaga ketat Taliban./AFP


Kabul (Lampost.co) -- Sebanyak 15 orang tewas dalam ledakan di dekat rumah sakit militer terbesar Afghanistan di Kabul. Selain itu, 34 orang terluka dalam dua ledakan yang diikuti tembakan tersebut.

 

Ledakan terjadi di pintu masuk rumah sakit Sardar Mohammad Daud Khan. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Qari Saeed Khosty mengatakan, pasukan keamanan telah dikirim ke daerah itu.

Tidak ada konfirmasi jumlah korban tetapi seorang pejabat keamanan Taliban, yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, setidaknya ada 15 orang tewas dan 34 terluka.

Dilansir dari AFP, Selasa, 2 November 2021, kelompok bantuan Italia, Emergency - yang mengelola rumah sakit trauma sekitar 3 km dari lokasi ledakan - mengatakan, sembilan orang terluka telah dibawa sejauh ini ke rumah sakit tersebut.

Foto-foto yang dibagikan penduduk menunjukkan kepulan asap di atas area ledakan di dekat bekas zona diplomatik di daerah Wazir Akbar Khan di kota itu. Saksi mata mengatakan setidaknya dua helikopter terbang di atas daerah itu.

Belum ada klaim tanggung jawab atas insiden ini. Namun, kantor berita resmi Bakhtar mengutip saksi mata yang mengatakan sejumlah militan Islamic State (ISIS) memasuki rumah sakit dan bentrok dengan pasukan keamanan.

Ledakan itu menambah daftar serangan dan pembunuhan sejak Taliban mengklaim kemenangan mereka atas pemerintah sebelumnya yang didukung Barat pada Agustus lalu. Serangan ini merusak klaim mereka untuk memulihkan keamanan di Afghanistan setelah beberapa dekade perang.

Seorang petugas kesehatan di rumah sakit, yang berhasil melarikan diri, mengatakan dia mendengar ledakan besar diikuti oleh beberapa menit tembakan. Sekitar sepuluh menit kemudian, terjadi ledakan kedua yang lebih besar.

Dia mengatakan tidak jelas apakah ledakan dan tembakan itu terjadi di dalam kompleks rumah sakit yang luas itu.

Winarko







Berita Terkait



Komentar