#Covid-19#pelanggaranprokes

14 Pengunjung Pasar Kotaagung Tanpa Masker Dihukum Push-up

( kata)
14 Pengunjung Pasar Kotaagung Tanpa Masker Dihukum <i>Push-up</i>
Tim gabungan menindak 24 pelanggar prokes dalam operasi yustisi di Pasar Kotaagung, Tanggamus, Kamis, 8 Juli 2021. Lampost.co/Rusdy Senapal


Kotaagung (Lampost.co) -- Personel gabungan Polres Tanggamus menggelar operasi yustisi di Pasar Kotaagung Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus.

Operasi dipimpin Wakapolsek Kotaagung Iptu Rizali dengan melibatkan personel sebanyak 12 orang terdiri dari lima anggota Polri, dua TNI, dan lima personel Satpol PP Tanggamus.

Pelanggar protokol kesehatan (prokes), seperti tidak menggunakan masker dihukum push-up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan mengucapkan teks Pancasila. 

Personel juga menghimbau warga yang berjalan kaki atau pun menggunakan kendaraan agar mematuhi prokes dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Wakapolsek mengungkapkan, pihaknya melaksanakan operasi yustisi dan pendampingan dalam penindakan dengan menyasar pengunjung pasar dan pengguna jalan yang tidak memakai masker atau membawa masker namun tidak dipakai.

"Sementara ini masih ditemukan beberapa warga yang tidak mematuhi prokes yang diambil tindakan baik fisik maupun pernyataaan. Namun rata-rata, mereka sudah ada kesadaran memakai masker dan prokes," ungkap dia, Kamis, 8 Juli 2021. 

Baca: Pelanggar Prokes di Metro akan Dipenjara

 

Ketua Tim Satpol PP Sunandar menyebut, pelaksanaan operasi ini didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020 dan Perbup Tanggamus Nomor 55 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

"Alhamdulillah, dalam operasi yustisi di Pasar Kotaagung ini sedikit yang ditindak, yakni teguran tertulis pada 10 orang dan sanksi fisik 14 orang," ungkapnya.

Sunandar berharap, warga mau mengikuti dan melaksanakan prokes sesuai yang dianjurkan pemerintah.

"Dengan mengikuti anjuran pemeritah, diharapkan dapat mencegah dan memutus mata rantai covid-19," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar