#kekerasananak#asusila#kriminal#pencabulan

14 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandar Lampung Selama Januari-Oktober 2020

( kata)
14 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bandar Lampung Selama Januari-Oktober 2020
Kepala DPPPA Kota Bandar Lampung Sri Asiyah. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bandar Lampung mencatat dari Januari sampai dengan akhir Oktober 2020 ini, jumlah kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 14 kasus.

Kepala DPPPA Kota Bandar Lampung, Sri Asiyah, mengatakan sampai dengan saat ini terdapat 14 kasus yang menyangkut kekerasan terhadap anak.

"Itu hanya data berdasarkan laporan yang ditujukan ke Dinas setempat," ujar Sri Asiyah, saat di temui di ruangannya, Selasa, 3 November 2020.

Dia mengatakan sepenuhnya data itu sifatnya yang telah dilaporkan ke Dinas PPPA, namun terdapat juga beberapa kasus telah diteruskan ke jalur hukum. 

"Karena terdapat kekerasan anak yang kondisinya masih tidak terekspos dan beberapa kasus juga langsung dirujuk ke jalur hukum," katanya.

Secara rinci data 14 kasus itu terjadi pada Februari sebanyak 3 kasus, Maret (1 kasus), Juli (2 kasus), September (5 kasus), dan Oktober (3 kasus).

"Sepenuhnya kasus yaitu sedang dalam proses 6 kasus, ditahan atau selesai proses hukum 3 kasus, damai 1 kasus, dan sisanya dialihkan ke P2TP2A Provinsi Lampung, dari sekian kasus yang ada hampir secara keseluruhan didorong oleh faktor ekonomi dan justru dilakukan oleh orang-orang terdekat," kata dia.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DPPPA Bandar Lampung Ruth Dora Nababan dengan jumlah kasus tersebut disimpulkan terdapat kenaikan kasus kekerasan anak antara tahun ini dan tahun lalu.

"Tahun 2019 terdapat 14 kasus, yang mana itu terhitung sejak Januari hingga Desember. Bukan faktor utama memang, tapi ada sedikit kaitannya antara kekerasan anak dengan masa pandemi covid-19 yang mana mengharuskan aktivitas dilakukan dari rumah," ujarnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar