#viruscorona#wabahcorona#beritalampung#wni

138 WNA Tercatat di Kantor Imigrasi Bandar Lampung

( kata)
138 WNA Tercatat di Kantor Imigrasi Bandar Lampung
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images

Bandar Lampung (Lampost.co): Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandar Lampung mencatat ada 138 warga negara asing (WNA) yang berada di wilayah kerjanya. Wilayah kerja terdiri 6 kabupaten/kota meliputi Bandar Lampung, Pringsewu, Pesawaran, Tanggamus, Metro, dan Lampung Tengah.

Total WNA tersebut terdiri dari 89 orang memiliki izin tinggal kunjungan, 46 orang memiliki izin tinggal terbatas (kitas), dan 3 orang memiliki izin tinggal tetap (kitap). WNA dengan jumlah terbayak yakni dari India sebanyak 48 orang, disusul Pakista 14 orang, dan Tiongkok 13 orang.

"Berdasarkan data dari seksi izin tinggal dan status, kita tetap monitoring WNA tersebut dan berkomunikasi dengan penjaminnya," ujar Kasi Dokumen Perjalanan dan Pemeriksaan Keimigrasian, Kantor Imigrasi kelas I TPI Bandar Lampung Fahrurrozi, Rabu, 18 Maret 2020.

Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Kantor Imigrasi Bandar Lampung, Misnan, mengatakan WNA yang sedang berada di Lampung untuk sementara waktu tidak bisa keluar wilayah atau kembali ke negara asal sampai batas waktu yang belum ditentukan. Untuk itu, diberlakukan adanya izin tinggal kunjungan terbatas atau perpanjangan izin tinggal untuk beberapa negara yang memiliki perjanjian bilateran dan multilateral.

"Sementara yang WNA belum bisa keluar, tapi pelayanan perpanjangan kitas, kitap, dan izin tinggal kunjungan tetap berjalan," ujarnya.

Kemudian, jika ada WNA yang hendak masuk ke Indonesia baik melalui izin tinggal kunjungan, kitas maupun kitap, harus menunjukan sertifikat bebas virus korona atau covid-19 dan sertifikat sehat dari otoritas kesehatan negara asal.

"Jika tidak ada dan masuk ke Indonesia, harus dikarantina selama 14 hari," ujarnya.

Menurut Misna, saat ini jumlah pemohon passpor semenjak virus korona merebak menurun. Namun, pembuatan passpor memang tidak dibatasi. "Pembuatan passpor tetap berjalan walau menurun, tapi kita kan interview tiap orang. Kita tanya mau ke mana, jadi ke negara pandemik atau yang sebaran banyak, kita berikan arahan untuk tidak keluar negeri dulu," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data BP3TKI Lampung pada 29 Januari 2020, terdapat warga Lampung yang menjadi sebagai Pekerja Migran Indonesia di Tiongkok.

Dari data Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Siskot KLN) BP2MI di 2018 terdapat 18.843 orang PMI asal Lampung yang bekerja di setidaknya 27 negara, termasuk Hongkong dan Taiwan. Sedangkan data penempatan PMI asal Lampung tahun 2019 sebanyak 21.465 

Dari data penempatan tersebut diketahui pada 2018 jumlah penempatan PMI asal Lampung yang ditempatkan di Hongkong sebanyak 3.856, sedangkan pada 2019 sejumlah 4.133 orang. Kemudian pada 2018 penempatan PMI asal Lampung ke Taiwan sebanyak 9.203, sedangkan 2019 ada 10.893 orang.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar