#satwadilindungi#burung

 132 Burung Tanpa Dokumen Diamankan

( kata)
 132 Burung Tanpa Dokumen Diamankan
Foto: Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co): Tim gabungan yang terdiri dari Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW III Lampung BKSDA Bengkulu, dan FLIGHT Protecting Indonesia's menggagalkan peredaran satwa dilindungi dan tanpa dokumen jenis burung

Total 132 ekor burung diamankan, diantaranya jenis Kacamata 50 ekor, Poksai Mandarin 15 ekor, Poksai Mantel 3 ekor, Poksai Hitam 7 ekor, Ekek Keling 3 ekor (dilindungi), Kapas Tembak 4 ekor, Serindit Melayu 6 ekor (dilindungi), Cica Daun Sayap Biru 24 ekor (dilindungi), Cililin 3 ekor (dilindungi), Cucak Rawis 17 ekor  yang dikemas dalam  2 keranjang buah dan 12 Box Kardus.


Kepala SKW III Lampung Hifzon Zawahir mengatakan, pengungkapan dilakukan di  jalan Lintas Sumatera, Terbanggi besar sekitar pukul 05.45. Burung tersebut, dibawa dengan modus  dititipkan melalui Mobil Travel jenis Avanza warna Silver BE 1720 BF.


"Dugaan sementara dari Lubuk Linggau, dan hendak diedarkan di Bandar Lampung, dua orang diamankan sebagai Supir dan kurir, masih kita dalami, ke mana burung tersebut akan diserahkan," ujarnya, Jumat, 18 Oktober 2019.

Sekretaris Eksekutif FLIGHT: Protecting Indonesia's Birds Nabila Fatma mengapresiasi kerja tim gabungan ini. Menurutnya sinergi antar instansi pemerintah dan LSM dibutuhkan untuk mencegah maraknya penyelundupan burung dari Sumatera ke Jawa dengan modus yang semakin canggih.

Ia mengatakan ada dugaan burung burung ini diambil dari Kawasan Konservasi, seperti Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.


"Biasanya kan modusnyanya itu pake bus, dan ini modusnya baru, pake travel serta jumlahya enggak banyak," katanya.

Ia menuturkan bahwa FLIGHT telah mengendus  rute rute baru yang menjadi jalur penyelundupan burung Sumatera ke Jawa. "Selama ini jalur penyelundupan burung Sumatera ke Jawa melalui pelabuhan Bakauheni. Sekarang karena ketatnya patroli di sana penyelundup mencari rute rute alternatif, salah satunya melalui Pulau Bangka," katanya.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar