#demamberdarah#dbd

124 Kasus DBD Serang Warga Tanggamus Selama 2021

( kata)
124 Kasus DBD Serang Warga Tanggamus Selama 2021
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus sedang melakukan fogging. Istimewa


Kotaagung (Lampost.co) -- Penyebaran demam berdarah dangue (DBD) di Tanggamus terjadi sebanyak 124 kasus selama 2021 dan satu pasien diantaranya meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, Taufik Hidayat, mengatakan pasien DBD terbanyak ditangani Puskesmas Negara Batin 30 kasus dan Puskesmas Kotaagung 26 kasus.

"Peningkatan kasus DBD di Tanggamus dari tahun sebelumnya terjadi mulai Maret hingga November," kata Taufik Hidayat, Senin, 10 Januari 2022.

Untuk itu, pihaknya berupaya menekan lonjakan DBD pada 2022 ini. Hal itu dengan penyemprotan dan pemberian bubuk abate.

"Lalu fogging dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan kasus DBD di sekitar penderita DBD, yaitu untuk membunuh nyamuk yang infektif virus denguenya," ucapnya.

Dia melanjutkan, penyemprotan dilakukan di beberapa wilayah puskesmas yang ada kasus DBD, seperti Kecamatan Negara Batin, Kotaagung, Bulok, Sumberejo dan Pugung. 

"Memperkuat pelaksanaan gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J) dengan melibatkan semua anggota keluarga untuk berperan sebagai juru pemantik jentik (Jumantik) di rumah masing-masing," kata Taufik.

Selain itu, melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk 3M plus, yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 

"Lalu mencegah gigitan nyamuk di lingkungan rumah, perkantoran, tempat kerja, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya," tandasnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar