#tbc#lampungbarat

121 Kasus TBC Tersebar di Lampung Barat

( kata)
121 Kasus TBC Tersebar di Lampung Barat
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lampung Barat Ira Permata Sari di ruang kerja, Kamis, 7 Oktober 2021. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Sejak Januari 2021 hingga Rabu, 6 Oktober 2021, Petugas kesehatan Lampung Barat menemukan sebanyak 121 kasus penderita tuberkulosis yang tersebar di wilayah itu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lampung Barat Ira Permata Sari mengatakan jumlah temuan kasus TBC sebanyak 121 kasus di Lampung Barat itu masih dibawah target yang ditetapkan sebanyak 980 kasus.

"Pemerintah pusat tahun ini telah menargetkan untuk menemukan 980 kasus TBC. Namun, sampai saat ini temuannya baru mencapai 121 kasus," ujar Ira di ruang kerja, Kamis, 7 Oktober 2021.

Adapun 121 kasus yang ditemukan itu tersebar di 13 kecamatan. Dari 15 kecamatan di Lambar, kata dia, hanya ada dua kecamatan yang belum ditemukan kasus TBC yaitu Kecamatan Lumbokseminung dan Pagardewa.

Baca juga: Jumlah Kasus TBC di Lampura Menurun

Sebaliknya, kasus TBC yang paling banyak ditemukan di Kecamatan Sekincau yakni mencapai 24 kasus. Terbanyak kedua adalah kecamatan Balikbukit yakni sebanyak 19 kasus. Kemudian, Kecamatan Waytenong 14 kasus, Sumberjaya 13 kasus, Kebuntebu 12 kasus, Bandarnegeri Suoh 8 kasus. Selanjutnya, Batuketulis dan Batubrak masing-masing 7 kasus, kecamatan Suoh 6 kasus, Belalau 5 kasus. Lalu Kecamatan Airhitam, Sukau, dan Gedungsurian masing-masing dua kasus.

"Kalau target penemuan dari pemerintah pusat yakni 980 kasus namun sampai awal Oktober ini kami melalui petugas baru menemukan sebanyak 121 kasus atau sekitar 12,34% dari target," kata Ira.

Baca juga:

Dalam rangka menanggulangi kasus TBC ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi tentang penanggulangan tuberkulosis atau TBC dengan cara terus melakukan program Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS).

Ia mengaku pada 2020 kasus TBC di Lambar ditemukan sebanyak 211 kasus. Dari jumlah itu, sekitar 75% atau 159 sudah selesai pengobatan dan telah sembuh. Kemudian, 13 kasus meninggal dan sisanya masih dalam proses pengobatan.

Untuk mereka yang mengalami TBC, maka petugas Puskesmas melakukan pelayanan pengobatan secara rutin selama enam bulan. Selama dalam proses pengobatan itu, petugas melakukan pengawasan. Caranya dengan melibatkan dan menunjuk salah satu anggota keluarganya untuk mengingatkan dan memberikan obat secara rutin kepada penderitanya.

Selain rutin mengobati penderitanya, polisi juga menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar tempat tinggal.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar