#pertanian

120 Hektare Sawah di Metro Jadi Percontohan Benih Padi MSP

( kata)
120 Hektare Sawah di Metro Jadi Percontohan Benih Padi MSP
Ketua MSP Provinsi Lampung, Sumarsono yang juga ketua DPRD Lampung Tengah saat mengunjungi persawahan di Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Seluas 120 hektare sawah di Bumi Sai Wawai dijadikan percontohan penanaman padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) yang digagas oleh Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono. 

Sumarsono yang juga Ketua MSP Provinsi Lampung ini mengungkapkan, produk MSP ini merupakan langkah awal untuk membangun Lampung menjadi lumbung padi yang besar. 

"Benih MSP ini adalah persilangan antara varietas Dayangrindu dan Sirendak. Ini benih unggul lokal Lampung yang nantinya setelah panen bisa digunakan lagi menjadi benih berkelanjutan," kata dia, Senin, 17 Januari 2022. 

Dia menjelaskan, pada masa tanam rendeng kali ini merupakan uji tanam kedua. Karena sebelumnya pada uji pertama baru 1,5 hektare yang ditanam padi MSP. 

"Dari 120 hektare ini paling banyak di Kecamatan Metro Pusat, sisanya ada yang di Metro Timur dan Metro Selatan. Saat ini usai padi masih 40 hari, tapi kini pertumbuhan nya bagus dan satu rumpun terdapat 34-38 batang padi," ujarnya. 

Dia menambahkan, kunjungan ke Metro saat ini meninjau sebagai supervisor terhadap pertumbuhan, perkembangan dan progres padi MSP. 

"Artinya, pertumbuhannya maksimal dan ini bukti lagi bahwa bibit yang kita tanam disini yang kemudian ditanam lagi untuk para petani disini terbukti tidak mengurangi daripada mutu tersebut," tambahnya. 

Dia menjelaskan, untuk padi MSP ini pada penanaman di Lampung Tengah, dalam satu hektare nya bisa mencapai 8,9, bahkan 10,3 ton. 

"Kalau disini kan hitungannya baru, mungkin hasilnya kurang lebih 6 smpai 7 ton. Nah, nanti progresnya pada saat panen akan kita buktikan panen musim ini," ungkapnya. 

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Herry Wiratno mengatakan, dengan menggunakan benih MSP merupakan langkah bagus dalam metode penanaman padi di Bumi Sai Wawai. 

"Penggunaan bibit padi MSP ini saya kira bagus, karena kita juga ada yang namanya Gilvar (giliran varietas) bahwa untuk satu tanaman tidak bisa ditanam secara dua musim berturut-turut. Jadi harus berbeda-beda," kata dia. 

Dia menambahkan, dengan menerapkan berbagai macam jenis benih bisa juga menjaga unsur hara tanah sawah.

Winarko







Berita Terkait



Komentar