#beritalampung#curanmor#kriminal

12 Pencuri dan Seorang Penadah Motor Diringkus, Satu Pelaku Dihadiahi Timah Panas

( kata)
12 Pencuri dan Seorang Penadah Motor Diringkus, Satu Pelaku Dihadiahi Timah Panas
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto menghadirkan para pelaku pencurian sepeda motor dan penadah yang ditangkap selama periode September 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Polresta Bandar Lampung meringkus sebanyak 12 pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dan seorang penadah hasil curian selama periode September 2022. Sebanyak 14 unit motor hasil curian diamankan polisi.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto mengatakan 13 pelaku rata-rata berasal dari Kabupaten Lampung Timur, berdasarkan 15 kasus atau laporan polisi.

"Para pelaku tersebut diamankan telah melakukan tindak pidana pencurian di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung. Dan polisi langsung melakukan penyelidikan," ujarnya, Rabu, 28 September 2022.

Pengungkapan itu, lanjut dia, dari dua lokasi Polsek Sukarame dan Polsek Kedaton. Pertama, TKP di wilayah hukum Sukarame sebanyak 5 pelaku diantaranya JA (19), JI (16), NB (49), OT (17), dan MH (20) seluruhnya warga Sekampung Udik, Lampung Timur.

"Satu pelaku berinisial JA diberikan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan saat petugas hendak mengamankan," katanya.

Lalu, TKP di wilayah hukum Kedaton sebanyak 7 pelaku diantaranya IW (20), IG (23), dan MR (20) merupakan warga Kedondong, Pesawaran. Kemudian, RR (20) warga Rajabasa Jaya, Bandar Lampung, SF (21) warga Telukbetung Selatan, DR (28) warga Lampung Tengah, dan VR (29) warga Bandar Lampung.

"Sedangkan penadah berinisial DB (30) warga Tanjungsenang, Bandar Lampung. Dari 13 pelaku ada yang merupakan residivis dan pemain baru. Mereka melakukan curanmor secara acak di Bandar Lampung tidak ada target khusus," katanya.

Modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku melakukan hunting di Bandar Lampung dan melihat motor yang terparkir tidak ada pemiliknya kemudian mereka rusak kunci kontak menggunakan kunci leter T

"Lalu ada juga yang masuk ke rumah korban dengan merusak pintu, kemudian mengambil motornya dari dalam rumah dengan merusak kunci stang," ujarnya.

Barang bukti yang diamankan diantaranya 14 unit sepeda motor, dua buah STNK, satu buah helm serta kunci leter T.

Ino menjelaskan setelah mendapat motor, mereka (pelaku) menjual melalui media sosial (medsos) dengan harga paling rendah Rp2 juta. Uang tersebut mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan berfoya-foya.

"Ketemuan di suatu tempat, tidak tentu kadang di Bandar Lampung kadang di luar Bandar Lampung," ujarnya.

12 pelaku bakal dikenakan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Sedangkan penadah dikenakan Pasal 480 dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

"Buat warga yang ingin mengambil motornya silahkan lengkapi bukti dokumennya seperti STNK dan BPKB, jika lengkap silahkan ambil," ujarnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar