#pamsimas#aksesairbersih#beritamesuji

12 Desa di Mesuji Tak Maksimal Kerjakan Pamsimas

( kata)
12 Desa di Mesuji Tak Maksimal Kerjakan Pamsimas
Ilustrasi. Foto: Google Images

Mesuji Lampost.co): Sebanyak 12 desa di Kabupaten Mesuji dinilai belum maksimal dalam mengerjakan program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Tahun Anggaran 2019.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meminta kepada 12 desa tersebut untuk segera memperbaiki kekurangan dalam pengerjaan program 5 tahunan tersebut.

Kepala Dinas PU Perkim Mesuji Murni mengatakan jika hanya ada 12 titik Pamsimas yang tersebar di 12 desa yang bermasalah dari 40 titik Pamsimas.

"12 desa, salah satunya di Desa Simpang Pematang. Karena yang mengelola masyarakat langsung. Kami minta agar dibenahi sesuai dengan kontrak. Seperti listrik yang belum dipasang. Saya berharap semua yang menangani Pamsimas bisa diperbaiki sesuai perencanaan. Ini yang mengerjakan kelompok kerja masyarakat," kata Murni.

Evaluasi dari BPKP ini sendiri menjadi perhatian serius Dinas Perkim. Dari tahun 2017 hingga 2019, sudah 85 Pamsimas yang dibangun.

Dia mengatakan di 2019, melalui APBN dibangun Pamsimas di 32 titik, 8 titik dari APBD Mesuji dengan total anggaran mencapai Rp9,7 miliar. Di 2020 ada total 24 titik, 15 titik dari APBN melalui DAK Reguler senilai Rp3,6 miliar, 5 titik dari APBN melalui program hibah insentif desa senilai Rp1,2 miliar, dan dari APBD Mesuji ada 4 titik dengan  anggaran Rp956 juta.

Dia mengatakan tahun ini adalah tahun terakhir Pamsimas di Mesuji. Program lima Kementrian yakni PUPR, Kesehatan, Kemendagri, Bapenas, dan Kementrian Desa, dinilai sangat membantu masyarakat dalam menyediakan air bersih.

"Maka dari itu, kami akan evaluasi untuk pelaksanaan 2020 agar lebih baik. Selama ini sudah bagus, namun kami ingin lebih bagus lagi," kata dia.

 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar