rektor

12 Capaian Karomani Selama Menjabat Rektor

( kata)
12 Capaian Karomani Selama Menjabat Rektor
Rektor Unila Prof Karomani


BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Masa kepemimpinan Prof Karomani sebagai Rektor Universitas Lampung berumur 1 tahun. Terdapat 12 capaian yang telah dilakukan oleh mantan Warek III Unila itu.

Jubir Rektor Unila Kahfie Nazaruddin mengatakan, Prof Karomani berhasil mendapatkan dana pembiayaan Rp600 milyar dari Asian Development Bank (ADB) untuk RSPTN 2021. Menurutnya, dana itu dana itu telah diupayakan sejak lama namun belum mendapatkan hasil.

Menertibkan SMA YP Unila setelah puluhan tahun berlangsung pembiaran praktik tidak wajar. Sekolah itu didirikan dengan modal aset Unila seperti nama, tanah, dan bangunan di atasnya, tapi Unila tidak mendapat imbal hasil sewajarnya.

"Lumayan alot ikhtiar Pak Rektor dan jajarannya untuk meraih kedua capaian itu," ungkapnya, Minggu, 15 November 2020.

Kemudian membangun masjid Al-Wasi’i agar berdaya tampung 8.000 jemaah dan untuk itu membentuk kepengurusan baru. Prof Karomani juga membuat Taman Agrowisata Melon dan Pasar Rakyat yang menjadi tujuan pariwisata.

Belum genap setahun, sudah mengajukan 32 dosen untuk menjadi guru besar di berbagai bidang. Sebelumnya hanya 9 pengajuan guru besar dalam periode 1 tahun.

"Menempatkan dosen Unila Prof. Yuliansyah menjadi kepala L2Dikti Wilayah II (Sumsel, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung). Sebelumnya posisi itu selalu dipegang dosen Universitas Sriwijaya. Keberhasilan ini sangat strategis dalam ikhtiar Unila berkontribusi membenahi dan meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi di empat provinsi tersebut," ungkap Kahfie.

Kemudian peringkat Unila juga berhasil naik ke urutan ke-29 dari sebelumnya urutan ke-46 secara nasional. Ia mengatakan, mencermati trennya, diperkirakan peringkat itu akan terus naik pada tahun selanjutnya.

Melawan praktik KKN dalam perekrutan tenaga kependidikan (tendik), yakni Rektor Karomani tidak merekrut satu pun tendik. Dilakukan asesmen terhadap tendik kontrak. Hasil asesmen digunakan untuk pembenahan tendik kontrak.

Menjadikan kampus Unila bersih dari sampah. Rektor dan jajarannya secara rutin dan terus menerus membina tenaga kebersihan agar kampus bersih dan asri.

Fakultas Kedokteran Unila kembali terakreditasi A dan FK menambah program studi baru spesialis paru. Menambah dua prodi S-3 baru di Fisip dan FKIP.

"Capaian ini menambah perbawa akademis Unila sebagai institusi pendidikan tinggi dan sekaligus membuka akses bagi masyarakat Lampung untuk belajar di jenjang akademik tertinggi," kata dia.

Rektor Karomani juga mengusung nama Universitas Lampung di Forum Rektor Indonesia, menjabat ketua Forum Rektor Penguatan Karakter Bangsa. Capaian itu juga dibarengi dengan membangun jejaring dengan tokoh-tokoh nasional dan lembaga-lembaga negara (KPK, MA, DPR, MPR).

"Tentu saja, masih banyak sasaran kerja dan kewajiban lain, yang ingin dicapai Rektor Karomani. Misalnya, mewujudkan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, menjadikan Badan Pengelola Usaha yang mampu mendukung pembiayaan Unila, atau mewujudkan Visi dan Misi Unila," ujarnya.

Melengkapi catatan satu tahun masa bakti Karomani, Juru Bicara Rektor Unila Kahfie Nazaruddin menjelaskan Unila membuka akses pendidikan tinggi bagi santri. Tercatat tahun ini dua mahasiswa dari pesantren diterima pada Fakultas Kedokteran Unila lewat jalur prestasi.

"Sebenarnya, jalur ini tidak hanya  terbuka bagi umat Islam, tapi kriteria calon mahasiswa bagi yang nonmuslim masih jadi masalah. Semoga tahun depan siswa nonmuslim sudah dapat mengikutinya," katanya.

Dijelaskan pula, dana Rp600 miliar dari Asia Development Bank (ADB) untuk rumah sakit Unila diperoleh berkat upaya Satria Bangsawan dan tim kerjanya. Tim ini dibentuk pada awal masa bakti Karomani. Pada masa sebelumnya meski sudah ada tim serupa, tapi belum memperoleh hasil yang diharapkan. 

Secara internal, kinerja Unila tentu akan lebih baik. Hal itu dipicu oleh pemberlakuan kontrak kerja. Dengan sistem ini, rektor terikat kontrak kerja dengan menteri, wakil rektor terikat kontrak kerja dengan rektor, dan seterusnya sampai ke lapisan terbawah. "Kontrak kerja menjadi dasar asesmen kinerja. Ini pewujudan reformasi birokrasi di Unila," ujarnya.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar