#danadesa#beritalampung

11 Aparatur Desa di Lambar Tersandung Kasus Selama Dana Desa Bergulir

( kata)
11 Aparatur Desa di Lambar Tersandung Kasus Selama Dana Desa Bergulir
Korupsi dana desa. Ilustrasi


Liwa (Lampost.co) -- Sebanyak 11 aparatur pekon (desa) di Lampung Barat (Lambar) tersandung kasus selama program dana desa digulirkan. Perkara tersebut khususnya ditemukan selama 2019 (3 kasus) dan 2020 (8 kasus). 

Kepala Inspektorat Lampung Barat, Nukman, mengatakan dari 11 pekon itu baru dua kasus yang penangananya sampai dilimpahkan ke penegak hukum. Kemudian dua perkara lain dalam proses pemeriksaan, yaitu Pekon Tembelang Kecamatan Bandarnegeri Suoh dan Pekon Sukamulya (Pagardewa).

Sementara tujuh perkara lainnya sudah selesai dengan cara mengganti rugi sesuai jumlah kerugian negara berdasarkan hasil pemeriksaan tim.

Menurutnya, ada berbagai permasalahan yang terjadi pada program dana desa, seperti dugaan penyimpangan yang dilakukan mantan Peratin Pekon Basungan, Kecamatan Pagardewa dan penyimpangan dana desa mantan Peratin Pekon Sukananti (Way Tenong) dan lainnya.

Selain itu, ada pula dana desa yang hilang karena kelalaian dan dibawa kabur peratin dan aparaturnya. Untuk perkara yang tidak dapat diselesaikan tim APIP maka dilimpahkan ke penegak hukum.

Ia menuturkan, dua perkara yang dilimpahkan itu karena tidak bersedia untuk mengganti kerugian negara. Keduanya adalah Pekon Tebaliokh, Kecamatan Batubrak dan Pekon Pajaragung (Belalau).

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar