#kebakaran#ledakan

108 Orang Tewas dalam Ledakan Truk BBM di Sierra Leone

( kata)
108 Orang Tewas dalam Ledakan Truk BBM di Sierra Leone
Warga melihat puing-puing kendaraan yang terbakar dalam ledakan truk BBM di dekat kota Freetown, Sierra Leone, 6 November 2021. AFP/Saidu BAH


Freetown (Lampost.co) -- Jumlah korban tewas tragedi ledakan truk bahan bakar minyak (BBM) di Sierra Leone, Afrika Barat pada Sabtu, 6 November 2021 dini hari bertambah menjadi 108 orang dengan 92 lainnya mengalami luka-luka.
 
Menurut keterangan Agensi Manajemen Bencana Nasional Sierra Leone (NDMA), sebuah truk BBM dan truk lain pengangkut batu granit bertabrakan di sebuah jalan raya. Peristiwa terjadi saat truk BBM hendak memasuki sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Wellington dekat ibu kota Freetown.
 
Video dan keterangan saksi mata menuturkan bahwa sopir kedua truk turun dari kendaraan mereka dan meminta semua warga untuk menjauh dari lokasi kejadian. Selang beberapa menit kemudian, ledakan dari kebocoran BBM pun terjadi.

Sebagian besar korban jiwa adalah warga yang nekat mendekati lokasi untuk mengambil tumpahan BBM. "Saat aksi mengambil BBM ini berlangsung, ledakan besar terjadi," tutur NDMA, dilansir dari Xinhua, Minggu, 7 November 2021.

Baca: Capres Honduras Tersandung Kasus Pembunuhan dan Narkoba


 
Puluhan korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. Banyak dari mereka mengalami luka bakar dalam derajat yang berbeda-beda.
 
Kepala Agensi Manajemen Bencana Nasional Sierra Leone, Brima Sesay mengatakan, peristiwa di Wellington merupakan sebuah "insiden buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya."
 
"Ada begitu banyak korban, jasad-jasad yang terbakar," ungkapnya.
 
Presiden Sierra Leone Julius Maada Bio telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas. Saat kejadian, ia sedang menghadiri KTT Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.
 
"Pemerintah akan melakukan apapun yang dibutuhkan untuk mendukung keluarga korban," ungkap Maada Bio.
 
Karena terjadinya tragedi ledakan truk BBM, sang presiden membatalkan kunjungan kerjanya ke Ghana yang seharusnya berlangsung pada hari Minggu ini.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar