#jalanrusak#beritaLampung

140 KM Jalan Provinsi Masih Berupa Tanah

( kata)
140 KM Jalan Provinsi Masih Berupa Tanah
Kantor Dinas BMBK Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, ada 140 kilometer jalan milik provinsi yang masih dalam keadaan jalan tanah. Anggaran menjadi kendala utama dalam memperbaiki jalan-jalan tersebut.

"Sudah dianggarkan dan ditetapkan secara bertahap, dan jumlah anggarannya setelah dihitung tidak sedikit," kata Kasi Bina Program Dinas BMBK Lampung, Angri Hasdiandi, Senin, 1 Agustus 2022.

Angri mengatakan pada survey akhir tahun 2021, dari total 1.693,27 kilometer ruas jalan milik provinsi, masih ada sekitar 24% yang belum mantap. Data jalan mantap terkecil ada di Kabupaten Tulang Bawang, sementara kondisi jalan terbaik ada di Bandar Lampung.

Baca Juga : Dua Jalan Provinsi di Metro Mulai Diperbaiki

"Akhir 2021 data jalan mantap sudah mencapai 75,3 persen dan data itu terjadi penurunan jika dibandingkan akhir tahun lalu yang mencapai 76,04 persen%. Artinya ada penurunan sekitar 0,65 persen," kata dia.

Penurunan data jalan mantap menurut Angri terjadi akibat kendala keterbatasan anggaran. Misalnya untuk mendapatkan kemantapan jalan yang sama, setidaknya dianggarkan dana sebesar angka degradasi jalan.

"Misal kalau ada jalan rusak sepanjang 30 kilometer dengan anggaran Rp1 miliar per kikonya, maka harus dianggarkan Rp30 miliar, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Anggaran perbaikan jalan sejak pandemi hingga saat ini masih harus direcofusing," katanya.

Selanjutnya mengeni jadwal perbaikan, Angri mengatakan hal itu tergantung pada prioritas dan beberapa syarat, pertama mengutamakan perbaikan ruas jalan yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar. Kedua, jalan itu mampu untuk pengembangan wilayah, dan ketiga ruas jalan yang dalam kondisi rusak berat.

"Kalau secara prioritas, seluruh jalan provinsi adalah prioritas. Tapi karena adanya keterbatasan anggaran, maka kami dahulukan jalan yang memang memiliki peran untuk mendongkrak perekonomian," ujar Angri.

Pada tahun 2021, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp1,1 triliun untuk perbaikan jalan milik provinsi Lampung. Namun, angka itu ternyata belum cukup untuk perbaikan jalan yang kurang mantap.

"Anggaran kami masih dibawah angka ideal dari APBD, maka dari itu kami juga ajukan pinjaman daerah yang sifatnya produktif, untuk ruas ruas yang ada pengembangan wilayahnya," kata Angri.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar