#tanahlongsor#pengerukanbukit#beritabandarlampung

100 KK di Karang MaritimDiberi Jaminan 1 Tahun oleh Pengembang

( kata)
100 KK di Karang MaritimDiberi Jaminan 1 Tahun oleh Pengembang
Warga di Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, bergotong royong membersihkan lumpur sisa longsor, Selasa, 6 Oktober 2020. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co): Kurang lebih sebanyak 100 kepala keluarga (KK) yang berada di RT 03 dan RT 04 LK 03, Kampung Mulyajaya, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, hanya memperoleh jaminan selama satu tahun dari pihak pengembang.

Diketahui pengembang yang belum diketahui nama perusahaannya itu saat ini tengah melaksanakan perataan tanah kavling di lokasi setempat. Namun, dalam beberapa hari ini warga terdampak akibat adanya aktivitas pengerukan bukit itu.

Berdasarkan pantauan Lampung Post di lokasi, Selasa, 6 Oktober 2020, warga bergotong-royong membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari lumpur yang sempat terbawa banjir ke pemukiman mereka.

Nampak dengan peralatan seadanya warga mengeruk serta mengangkut timbunan lumpur dari jalan maupun rumah. Sejak pagi hingga menjelang siang beramai-ramai merapihkan kembali kondisi jalan pemukiman.

Berdasarkan pengakuan warga, kegiatan gotong-royong itu merupakan hasil mediasi warga dengan pihak pengembang, yang hasilnya warga diberikan dana untuk lakukan kegiatan pembersihan lumpur.

Namun diketahui juga, jaminan yang diberikan oleh pengembang terhadap warga setempat hanya selama satu tahun di 2020 ini. Sehingga kedepannya, ditakutkan peristiwa serupa dapat terjadi di kemudian hari.

"Iya dikasih jaminan 1 tahun kata pihak pengembangnya, kalau ada kerusakan imbas kegiatan dia (pengembang) yang nanggung, harusnya selamanya ini cuma 1 tahun aja," ujar Bu Aziz (57) warga setempat. 

Jaminan itu diberikan berdasarkan rapat musyawarah antar warga dan pengembang, sehingga di berikan jaminan dari pengembang apabila dalam proses kegiatan itu berdampak pada warga.

"Informasinya yang punya itu orangnya sekarang lagi di Medan. Dan mereka bilang dibawah tebing bukit itu mau di bangun talud tapi sampai sekarang belum selesai," kata dia. 

"Masuk 2021 nanti berarti mereka lepas tangan kalau ada apa², nah itu bingungnya enggak tahu gimana perkembangan selanjutnya, nanti mau diusulkan lagi kalau cuma satu tahun sebentar banget, apa lagi disini banyak warga yang sudah tinggal puluhan tahun, mama pengembangnya Anton Sibarani, kurang tahu kalau perusahannya apa," ungkapnya. 

Hal senada juga dikatakan oleh Mursiem (70) warga sekitar yang terdampak banjir lumpur beberapa hari lalu. Dirinya mengatakan saat kejadian ia hanya seorang diri didalam rumah, beruntung tidak berdampak kerusakan rumah.

"kejadian kmrin mlm skitar jam 4 subuh,  udah dua kali pertama sudah lama tapi enggak parah benar kayak kemarin, kemarin itu lumpurnya sampai masuk ke dalam rumah," kata Mursiem.

Meskipun belum seluruhnya, bagian rumahnya telah dibersihkan secara merata dengan di bantu warga sekitar. "Sekarang sudah bersih di dalam rumah tapi masih ada juga lumpurnya belum bersih benar. Ini warga lagi bersihin lingkungan gotong royong," jelasnya. 

Pihaknya berharap bahwa rencana pihak pengembang membangun talud dapat segera terealisasi. "Warga sini juga ngomong ke pengembang supaya di percepat pembangunan talud," harap Mursiem. 

Sementara itu, terkait dengan perizinan yang dimiliki pengembang itu, Dekrison Kabid Pengawasan dan Pengendalian, Disperkim Kota Bandar Lampung mengatakan bahwa izin itu dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi.

"Kami tidak mengeluarkan izin, coba tanyakan ke Pemprov Lampung," kata Dekrison.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar